Sekda Trenggalek Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Memperingati Hari Gizi Nasional Ke-62

Trenggalek,PersatuanBangsa.com
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam rangka peringatan hari gizi nasional ke-62, Sekda Trenggalek, Dr. Andriyanto, SH., M.Kes., sampaikan bahwasannya stunting bukan sebuah faktor keturunan. Rabu (09/03/2022)

Pada dasarnya kondisi gagal tumbuh kembang pada anak, ini bisa dicegah. Stunting disini adalah kondisi dimana seseorang kurang gizi dalam jangka waktu yang lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, sehingga anak terlihat lebih pendek.

“Sedangkan Untuk mempercepat penurunan stunting, kami menyarankan untuk lebih banyak meningkatkan pemberian konsumsi Zink atau Zn yang banyak pada protein hewani.terutama banyak terdapat pada jenis ikan laut dan kerang-kerangan,”ungkapnya

Dengan diberikan pada ibu hamil dan anak usia 0 sampai 2 tahun, itu akan lebih mempercepat tumbuh kembang anak itu. Hal ini dikarenakan yang paling banyak berperan dalam tumbuh kembang anak adalah Zink.

“Kemudian untuk lebih mempercepat, penurunan stunting, anak yang sudah beraktivitas itu ditingkatkan stimulasinya dengan banyak olahraga, utamanya stimulasi melompat,”tuturnya

Dengan menyebut stunting itu terkait dengan tinggi badan dan tinggi badan akan meningkat bila tulangnya tumbuh dengan bagus.dan intervensi tersebut dinilai efektif dan evisien, karena juga disarankan juga oleh WHO.

“Kemudian untuk mempercepat penurunan stunting secara konkret, juga dibutuhkan pemahaman masyarakat. Karena 60% kejadian stunting di Indonesia, utamanya di Jatim itu bukan karena faktor kemiskinan, melainkan faktor kurangnya atau rendahnya pola asuh,”imbuhnya

Jadi ini perlu ditingkatkan, bagaimana ibu-ibu, para orang tua diajari bagaimana meningkatkan ketrampilan untuk bisa memberikan makanan yang terbaik untuk anak dan ibu hamil.

“Adapun Persoalan di Sidoarjo hampir sama dengan di Trenggalek, tentunya jauh lebih banyak ikannya atau Zinknya dibandingkan Sidoarjo. Maka sekarang ini tergantung bagaimana kemampuan meningkatkan ketrampilan ibu dalam memberikan makanan terbaik kepada ibu hamil atau 1.000 tahun kehidupan pertama,”tutupnya (Ag/Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *