Zulfadli Minta Wali Kota Langsa Libatkan Perusahaan Utilitas & Siapkan Alat Penyedot untuk Atasi Banjir

Langsa, – PersatuanBangsa.com
Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Bungong Lam Jaroe (BLJ), Zulfadli,S.Sos.I.MM, meminta Pemerintah Kota Langsa untuk melibatkan seluruh pihak terkait dalam setiap perencanaan pembangunan daerah. Secara khusus, ia menyoroti perlunya kehadiran Telkom, PLN, PDAM, serta perusahaan yang menanamkan pipa atau jaringan utilitas di wilayah Kota Langsa. Jumat (7/8/26)

Menurut Zulfadli, seluruh pihak yang menanamkan infrastruktur di tanah milik atau wilayah Kota Langsa wajib diundang dan dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap perencanaan pembangunan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan, kerusakan fasilitas yang sudah ada, serta pemborosan anggaran yang sering terjadi akibat kurangnya koordinasi antarinstansi maupun perusahaan.

“Setiap kali akan ada pembangunan atau perbaikan jalan, saluran air, dan fasilitas umum lainnya, Telkom, PLN, PDAM, serta semua perusahaan yang menanam pipa dan kabel di area tanah Kota Langsa itu wajib hadir dan terlibat dalam perencanaan. Jangan sampai pekerjaan baru selesai dibangun, lalu harus dibongkar lagi karena ada jaringan yang belum terpasang atau terganggu,” tegas Zulfadli.

Selain soal koordinasi pembangunan, Zulfadli juga meminta Wali Kota Langsa selaku pemegang kebijakan daerah untuk segera memprioritaskan pengadaan kendaraan penyedot air dan lumpur atau vacuum truck.

Permintaan itu didasari fakta bahwa Kota Langsa kerap mengalami genangan air dan banjir yang sulit surut, padahal saluran drainase seringkali tersumbat lumpur dan sampah.

“Saya meminta kepada Wali Kota Langsa, tolong belikan alat vacuum truck yang memadai. Alat ini bukan sekadar menyedot air banjir, tapi juga lumpur yang menumpuk di saluran pembuangan. Jika saluran sudah bersih dan lancar, maka air tidak akan lagi tergenang lama di seluruh penjuru Kota Langsa,” ujarnya.

Zulfadli menambahkan, pengadaan alat tersebut merupakan langkah jangka panjang yang lebih efisien dibanding terus-menerus membersihkan saluran secara manual namun tidak tuntas, serta mengurangi kerugian warga akibat banjir yang berulang.

“Pemerintah harus melihat ini sebagai kebutuhan mendesak demi kenyamanan dan keselamatan seluruh warga Langsa,” pungkasnya.
(Zal).

Pos terkait