Tulungagung, PersatuanBangsa.com
Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., secara resmi membuka Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 dengan tema “Pangan Berkualitas, Pangan Terjangkau, Petani Bahagia, Masyarakat Bahagia”
Kegiatan berlangsung pada 6-8 Agustus 2026 di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, dengan melibatkan 43 stand dari berbagai unsur.Sumber Daya Bahasa
Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin menegaskan bahwa gerakan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan ketersediaan bahan pokok, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat agar tidak resah terhadap masalah pangan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal melalui pameran berbagai produk unggulan Daerah.
“Gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menjamin kebutuhan pokok masyarakat tetap tercukupi, memperkuat ketahanan pangan agar mandiri sesuai program pemerintah pusat, menghindari ketergantungan pada negara lain, dan menciptakan kondisi sosial, ekonomi, serta keamanan yang stabil,” ujar Ahmad Baharudin.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Plt Bupati membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung 2026 secara resmi.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung, Sony Welli Ahmadi, S.STP., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk menjawab permasalahan harga pangan yang masih menjadi tantangan pemerintah.
Sony menambahkan, kegiatan ini berlandaskan regulasi daerah dan nasional yang tertuang dalam keputusan Badan Pangan Nasional, Peraturan Daerah APBD 2026, serta Peraturan Bupati Tulungagung.
Sebanyak 43 stand ikut serta, terdiri dari produsen pangan, kelompok tani, gapoktan, peternak, BUMN pangan seperti Perum Bulog Cabang Tulungagung dan PG Mojopanggung, dinas terkait, kecamatan se-Kabupaten Tulungagung, IKM, UKM, pelaku usaha pangan, pengusaha pertanian, serta lembaga pendidikan.
“Produk yang dipasarkan meliputi beras, bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, daging ayam, ikan, gula pasir, minyak goreng, serta aneka sayuran hasil petani binaan. Selain itu, tersedia pula produk olahan pangan dan produk unggulan berbasis sumber daya lokal,” terangnya
Plt Bupati Ahmad Baharudin menekankan agar gerakan ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah daerah bersama OPD dan kelompok tani juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan dan gizi tambahan.
(Red)






