Ormas Formasy Praja Nnusantara Gandeng Yayasan Mekar Mitra Indonesia Siapkan SPEKTANI Gerakan 1 Juta Bibit Banyuwangi–Pacitan, Perkuat Ekologi, Konservasi, dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Malang, – PersatuanBangsa.com
Formasy Praja Nusantara (FPN) bersama Yayasan Mekar Mitra Indonesia (MEKAR) menggelar pertemuan strategis guna mematangkan pelaksanaan Program 1 Juta Bibit Banyuwangi–Pacitan yang dijadwalkan mulai berjalan pada November 2026. Rabu (5/8/26)

Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Umum FPN Dodik Purwoko, S.P. dan dihadiri Pembina Yayasan Mekar Mitra Indonesia, Sudarmanto, beserta Ketua Yayasan Sumhaji,S.Sos beserta jajaran tim kedua lembaga.

Pertemuan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang menjadi landasan pelaksanaan program penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sepanjang kawasan selatan Jawa Timur.

Formasy Praja Nusantara (FPN) bersama Yayasan Mekar Mitra Indonesia menyusun strategi pelaksanaan Program 1 Juta Bibit Banyuwangi–Pacitan, sebuah gerakan kolaboratif yang menggabungkan rehabilitasi lingkungan, konservasi sumber daya alam, serta pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal.

Program tersebut dirancang tidak hanya sebagai kegiatan penghijauan, tetapi juga sebagai model social enterprise, yaitu kegiatan yang mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat dan keberlanjutan organisasi.
Pertemuan dihadiri oleh:
• Dodik Purwoko, S.P. – Ketua Umum Formasy Praja Nusantara (FPN)
• Sudarmanto – Pembina Yayasan Mekar Mitra Indonesia
• Tim Yayasan Mekar Mitra Indonesia.
Ketua Umum FPN, Dodik Purwoko, S.P., selama ini aktif membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam program konservasi sumber daya air, rehabilitasi kawasan hutan, serta penguatan ekonomi hijau di Jawa Timur. FPN juga telah menjalin kerja sama dengan Perum Perhutani dalam program pelestarian kawasan tangkapan air (catchment area).

Program ini atas inisiasi Asep Kusdinar Kepala Bakorwil 3 Malang bersama Ketua Umum ormas FPN. dijadwalkan mulai dilaksanakan pada:
November 2026
Sedangkan tahapan persiapan, pemetaan potensi, penyusunan kerja sama, dan koordinasi lintas instansi dilakukan mulai sekarang.

Program akan dilaksanakan di sepanjang wilayah selatan Jawa Timur mulai dari:
Banyuwangi – Jember – Lumajang – Malang Selatan – Blitar – Tulungagung – Trenggalek – Pacitan.
Launching perdana direncanakan berlangsung di Malang Selatan.
Program ini bertujuan untuk:
• meningkatkan tutupan vegetasi di kawasan selatan Jawa Timur;
• menjaga keseimbangan ekosistem;
• memperkuat ketahanan air dan iklim;
• meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui komoditas produktif;
• menciptakan lapangan usaha berbasis lingkungan.

Program juga mendukung visi pembangunan kawasan selatan Jawa Timur melalui pendekatan Green Economy dan Blue Economy yang saat ini terus didorong berbagai pemangku kepentingan di Jawa Timur.
Pelaksanaan dilakukan melalui kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, komunitas, dunia usaha, kelompok tani, dan Yayasan Mekar Mitra Indonesia.
Tahapan yang disepakati meliputi:
• penyediaan bibit;
• pemetaan lokasi tanam;
• pendampingan masyarakat;
• penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS);
• pelaksanaan penanaman;
• monitoring dan evaluasi.
Tiga Pilar Utama Yayasan Mekar Mitra Indonesia
Dalam mendukung program tersebut, Yayasan Mekar Mitra Indonesia menegaskan komitmennya melalui tiga pilar utama:
1. Ekologi
Melaksanakan riset lingkungan, restorasi habitat, rehabilitasi lahan kritis, serta edukasi publik guna menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung ketahanan iklim regional.
2. Konservasi
Melindungi keanekaragaman hayati Indonesia melalui pelestarian flora dan fauna, perlindungan kawasan, pemberdayaan masyarakat, serta mendukung upaya penegakan hukum lingkungan berbasis komunitas.
3. CSV (Creating Shared Value)
Mengembangkan model kolaborasi bersama pemerintah, korporasi, dan masyarakat yang menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus menyelesaikan persoalan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Poin Penting Hasil Pertemuan
Beberapa keputusan strategis yang siap ditindaklanjuti antara lain:
1. Program 1 juta pohon Banyuwangi–Pacitan
Komoditas utama yang akan dikembangkan meliputi:
• Asam;
•Nyamplung/ketapang;
• Sukun;
• kelapa;
• alpukat.
Sedangkan di Malang Selatan juga akan dikembangkan:
• pala;
• penguatan potensi garam rakyat.
• stenomat(cara pembelajaran berhitung dan menyenangkan sebagai upaya berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa).

2. Perlindungan Hukum Pohon
FPN saat ini tengah melakukan koordinasi dengan Bakorwil dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar pohon yang telah ditanam memperoleh perlindungan regulasi.
Harapannya, apabila terdapat pihak yang menebang atau mencabut pohon secara melawan hukum, dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

3. Model Social Enterprise
Program ditegaskan bukan kegiatan sosial murni maupun bisnis murni, melainkan model usaha sosial yang memungkinkan:
• masyarakat memperoleh manfaat ekonomi;
• lingkungan tetap terjaga;
• organisasi memperoleh pendapatan yang digunakan untuk menjaga keberlanjutan program.

4. Launching Malang Selatan
Launching akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, antara lain:
• Gerakan Pramuka;
• komunitas mobil;
• komunitas motor;
• Universitas/Perguruan Tinggi ;
• relawan lingkungan;
• Rimbawan;
• stakeholder;
• Aparat Penegak Hukum;
• kelompok tani;
• masyarakat desa.

5. Peran Yayasan Mekar Mitra Indonesia
Yayasan akan bertindak sebagai:
• penyedia bibit ;
• Partnership;
• pendamping pelaksanaan program;

6. Penyusunan Kerja Sama
FPN meminta Yayasan Mekar Mitra Indonesia segera:
• menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS);
• melakukan diskusi teknis dengan Badan Pekerja Dewan Majelis Nasional Formasy Praja Nusantara(Sebagai penanggungjawab pelaksanan program dilapangan);
• menyusun timeline pelaksanaan.

7. Hilirisasi Komoditas
FPN telah memiliki jaringan petani dan desa yang memiliki potensi:
• sukun;
• kapuk (randu);
• alpukat;
• pala;
Komoditas tersebut akan dipetakan untuk mendukung pengembangan industri berbasis hasil pertanian sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Fokus Eksekusi Jangka Pendek
Sebagai langkah awal menuju pelaksanaan program besar November 2026, disepakati dua agenda prioritas:
1. Pemetaan pohon sukun siap panen di wilayah Malang Raya.
2. Pemetaan pohon randu (kapuk) siap panen di wilayah Malang Raya.
Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan rantai pasok, pengembangan industri hilir, serta peluang kemitraan bersama pelaku usaha.

Pernyataan Ketua Umum FPN
Ketua Umum FPN Dodik Purwoko, S.P. menegaskan bahwa keberhasilan Program SPEKTANI 1 Juta Bibit Banyuwangi–Pacitan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberhasilan membangun ekosistem kolaborasi yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di kawasan selatan Jawa Timur.

Foto: Ketua Umum FPN Dodik Purwoko, S.P. bersama Pembina Yayasan Mekar Mitra Indonesia Sudarmanto dan jajaran tim saat rapat koordinasi persiapan Program 1 Juta Bibit Banyuwangi–Pacitan di Malang. Program ini mengedepankan sinergi ekologi, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV).
(Red)

Pos terkait