Kota Langsa, Aceh – PersatuanBangsa.com
Proyek peningkatan jalan kawasan Kampus Universitas Samudra (UNSAM) Kecamatan Langsa Lama Pemko Langsa menurut masyarakat setempat tidak sesuai dengan best yang di hamparnya di badan jalan kini terlihat banyak batu besarnya dari pada batu pecah kecilnya saat media ini melihat kelokasi diduga dikerjakan rekanan tidak sesuai dengan rabnya jadi, selain dari itu terindikasi material yang digunakan diduga tidak sesuai dengan kondisi jalan yang di banyak itu.
Dari amatan dilokasi, Senin (3 November 2025), terlihat material Base Course B yang digunakan terindikasi minim abu batu. Agregat sebagai lapisan atas yang berada di antara lapisan permukaan terlihat lebih banyak kerikil dibandingkan batu pecah kalau Kendra melintas rawan kecelakaan dan rambu- rambu tidak terpasang di jalan, serta tidak terlihat plang proyeknya, ini menimbulkan kecurigaan warga masyarakat tentang pembagunan itu kalau memang ini pekerjaannya yang benar tidak begini ini di pakai dari uang masyarakat banyak seharusnya ini harus di lengkapi dulu baru dikerjakan ini kan tidak berarti ini sudah menyalahi aturan pekerjaan, jelas warga yang enggan di sebutkan identitasnya kami masyarakat mm erandeh ini katanya, untuk keseimbangan pemberitaan media ini mencoba hubungi humas unsam ini eliyani saat di telpon tidak diangkat di wa tidak di balas.
Akibat hal tersebut matrial base course B yang dihampar itu tidak mengikat satu sama lain. Pondasi seperti ini akan berdampak kepada daya tahan dan kualitas kekuatan badan jalan serta rentan terhadap kerusakan seperti terjadinya keretakan, bergelombang dan penurunan badan jalan yang di kuwatirkan karna ini di jalan ini yang melintas mobil besar karna ini jalan utama kampus.
Proyek yang diduga miyaran rupiah ini bersumber dari Kementerian Riset, Tehnologi, dan Pendidikan Tinggi RI tersebut layak juga diduga sebagai proyek untuk meraup uang negara demi keuntungan pribadi atau kelompok yang terlibat di dalamnya.
Terkait hal tersebut, diharapkan kepada APH agar memanggil rekanan proyek jalan UNSAM untuk dimintai keterangan atas dugaan proyek jalan dikerjakan asal jadi yang berpotensi menimbulkan kerugian uang negara.
Hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk pengawasan guna mencegah terjadinya korupsi yang bertentangan dengan hukum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak rekanan proyek belum berhasil di konfirmasi, sementara papan plang proyek tidak lagi ditemukan di lokasi kegiatan yang berfungsi sebagai informasi publik.
(Zainal)






