Blitar, PersatuanBangsa.com
Tradisi Bersih Desa atau sedekah bumi merupakan adat masyarakat Turi dan merupakan tradisi turun temurun yang sudah berlaku berabad abad lamanya.
Di Jawa pada khususnya ritual bersih Desa merupakan wujud bersatunya manusia dengan alam dan dapat didefinisikan juga sebagai perwujudan rasa syukur atas nikmat dan berkah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada seluruh warga kelurahan Turi selama ini.
Bagi masyarakat kelurahan Turi sendiri Bersih Desa merupakan ritual tradional jawa yang melambangkan pembersihan diri dan lingkungan kelurahan dari energi negatif, sekaligus bentuk rasa syukur atas melimpahnya berkah dari sang pencipta.
Kegiatan Bersih Desa kelurahan Turi tahun ini menyajikan rangkaian kegiatan yang memadukan unsur religi , tradisi, toleransi dan lingkungan.yang diawali dengan kerja bakti serentak pada tanggal 22 Juni 2026, dilanjutkan pagi hari dengan khataman Al Qur’an, dilanjutkan pembacaan Yasin Tahlil,di balai kelurahan Turi pada tanggal 02 Juli 2026,
Acara berikutnya pada tanggal 06 juli 2026 diadakan kenduri di makam Mbah singo yang ada di pemakaman umum dan dihadiri oleh seluruh perangkat kelurahan dan petani, kemudian dilanjutkan dengan kenduri di makam Ki Ageng Barat ketigo pada tanggal 07 juli 2026 jam 07.30 di lanjutkan dengan kirab Panji pusaka kelurahan yang diringi dengan kesenian kuda lumping dan sendra tari oleh sanggar seni Roro Ireng, mengelilingi kelurahan Turi dan diakhiri acara Baritan di Balai kelurahan sore harinya oleh seluruh masyarakat kelurahan Turi.
Sementara itu disela sela kegiatan Lurah Turi, Sandra Permasari,SE. Ketika diwawancarai awak media menyampaikan, bahwa acara Bersih Desa ini mempunyai maksud untuk kirim doa kepada arwah para leluhur masyarakat , tokoh masyarakat, maupun seluruh perangkat kelurahan Turi yang telah mendahului kita agar diampuni segala kesalahannya dan diterima amal ibadahnya.
Rangkaian kegiatan bersih Desa yang telah dijaga ratusan tahun mengajarkan kita untuk mengenang dan mengenal para leluhur, silsilah keluarga, serta memetik ajaran ajaran luhur para pendahulu, seperti pepatah Jawa yang mengatakan *Mikul Dhuwur Mendem Jero*,yang kurang lebih memiliki makna bahwa ajaran ajaran yang baik kita junjung tinggi,yang kurang baik kita tanam dalam dalam.
Masih menurut Lurah Turi , Sandra Permasari, SE.Saya berharap masyarakat kelurahan Turi selalu kompak ,rukun,bersatu padu dalam mewujudkan kelurahan Turi Yang aman dan tentram , selalu mendapatkan perlindungan , kesehatan,dan dijauhkan dari musibah, dimurahkan rejekinya, menjadi Kelurahan yang * Baldatun Thoyyibatun ,warobbun ghofur.
Sementara itu ketua panitia Bersih Desa, Rizal Aditya Yusuf , disela-sela persiapan pementasan Campur Sari ketika di konfirmasi mengatakan ,bahwa puncak Acara Bersih Desa tahun 2026 ini panitia menampilkan grup campur Sari ORA NYONO pimpinan Den BEi dan menampilkan pelawak kondang cak Endro Kucing dan cak glowoh serta seniman dan seniwati yang sudah populer.
Rizal menyampaikan bahwa panitia sengaja menampilkan kearipan lokal dengan mengundang para pegiat UMKM untuk dapat berpartisipasi menampilkan usahanya termasuk Batik Kembang Turi yang sudah di kenal ditingkat Nasional, maupun pedagang kue kue serta pedagang lainnya. Panitia sengaja memilih hari Sabtu (12/7/2026) dengan maksud tidak menggangu kegiatan belajar mengajar juga pengguna jalan raya yang mana bertepatan dengan kegiatan Blitar Jadul .
Menurut Rizal , suksesnya Bersih Desa ini tak lepas dari kerja sama panitia, mulai unsur tokoh masyarakat, perangkat kelurahan yang sebelumnya merancang agenda bersih desa melalui musyawarah.
“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak kelurahan Turi, masyarakat RT,RW,LPMK,Rukem Karang Taruna serta semua pihak terutama panitia yang telah bekerja sama demi suksesnya Kegiatan Bersih Desa tahun ini sehingga berjalan lancar,”Pungkasnya.
(GUS)






