Binter TNI AD yang Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Kegiatan Antisipasi Bahaya Faham Radikal

Tangerang, PersatuanBangsa.com
Kodim 0510/Tigaraksa menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara dengan menggelar kegiatan pembinaan antisipasi bahaya laten Komunis dan faham radikal. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Makodim 0510/Tigaraksa Jalan Atiek Soeardi Komplek Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Rabu (22/11/2023).

Kegiatan untuk mewujudkan Binter TNI AD yang Adaptif Melalui Giat Komsos Mewaspadai Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal Demi Keselamatan Bangsa dan Tegaknya NKRI. Kegiatan di buka oleh Dandim 0510/Tigaraksa Letkol Arh Syarief SB yang di wakili Kasdim 0510/Tigaraksa Mayor Arh Didik Wahyudi.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan Perwira, Bintara, Tamtama, dan PNS Kodim 0510/Tigaraksa, menciptakan forum diskusi yang berharga untuk membahas ancaman bahaya laten Komunis dan faham radikal yang dapat merongrong keamanan negara dan kesejahteraan masyarakat.

Kasdim 0510/Tigaraksa Mayor Arh Didik Wahyudi mengatakan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara berbagai unsur TNI dan masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tujuan utama kegiatan ini, yaitu agar setiap prajurit dan keluarga besar TNI memahami secara mendalam tentang bahaya laten Komunis dan faham radikal,” katanya.

“Dengan pemahaman yang baik, kita diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencegah berkembangnya ajaran Komunis dan faham radikal di wilayah binaan masing-masing. Ini adalah langkah konkret untuk menjaga keselamatan bangsa dan tegaknya NKRI,” tambahnya lagi.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0510/Tigaraksa memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan potensi bahaya laten Komunis dan faham radikal. Semangat pembinaan dan sosialisasi yang diusung melalui kegiatan ini diharapkan dapat meresap hingga ke tingkat yang lebih luas dalam masyarakat, sehingga kewaspadaan terhadap ancaman tersebut dapat terus ditingkatkan.

“Dengan adanya kegiatan ini, menunjukkan bahwa pembinaan terhadap prajurit tidak hanya sejalan dengan tugas pokok TNI, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kesadaran kolektif akan bahaya laten Komunis dan faham radikal diharapkan dapat menjadi pagar pertahanan yang kokoh untuk menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI,”tutupnya
(Sitinurjanah)

Pos terkait