Bekasi,– PersatuanBangsa.com
Di tengah badai narkoba yang mengamuk, mencengkeram masa depan generasi muda Indonesia, Sekolah Tinggi Teologi (STT) Katharos Indonesia tampil sebagai game-changer. Dengan Seminar Nasional “Darurat Narkoba”, mereka bukan hanya menggelar acara, tetapi mendeklarasikan perang total terhadap narkoba! Bekasi bergetar, dan gelombang harapan menjalar ke seluruh negeri! Rabu (26/11/25)
STT Katharos Indonesia membuktikan diri sebagai pelopor dengan format hybrid yang memukau, berhasil menyatukan 185 pejuang dari berbagai penjuru. Aula kampus lantai 2 menjadi arena kobaran semangat 100 peserta yang hadir secara langsung, sementara 85 lainnya mengikuti secara online, membuktikan bahwa jarak bukan halangan untuk bersatu dalam tujuan mulia. Mahasiswa dari STT Katharos Indonesia, STT Kerusso Bekasi, STT Oikos Monos Tarakan, dan berbagai kampus lainnya, tokoh gereja, pengurus aras gereja PGLII Kota Bekasi, aktivis anti-narkoba, serta influencer bersatu padu, menciptakan sinergi yang dahsyat!
Ibu Hertina, M.Pd, sang chief strategist, membuka acara dengan energi yang membara, diikuti sambutan revolusioner dari Dr. Edward Butarbutar, M.Pd, yang menggarisbawahi urgensi penanganan narkoba secara komprehensif. Duet MC fenomenal, Saudari Epiphania (Tata) dan Bapak Jimmy, memandu seminar ini menjadi forum diskusi yang dinamis dan interaktif, menjembatani peserta onsite dan online dalam semangat kolaborasi.
Tiga narasumber utama tampil sebagai rockstar, masing-masing membawa perspektif unik dan solusi yang out of the box:
– Dr. Adolf Bastian Butarbutar, Ketua STT Katharos Indonesia: Dengan presentasi yang memukau tentang “Darurat Narkoba dalam Perspektif Alkitab,” Dr. Adolf membongkar pentingnya dimensi spiritual dalam pemulihan pengguna narkoba. “Recovery sejati bukan hanya tentang fisik dan psikologis, tetapi tentang transformasi jiwa di dalam Tuhan!” serunya, disambut dengan standing ovation dari peserta. STT Katharos Indonesia terus mencetak generasi pemimpin Kristen yang berintegritas, kompeten, dan berdedikasi tinggi.
– Hendrik Wowor, Ketua Yayasan Pelayanan Agape: Dengan topik “Indonesia Darurat Narkoba,” Bapak Hendrik membuka mata peserta tentang pentingnya pendekatan manusiawi dalam penanganan korban narkoba. “Hukum saja tidak cukup! Kita harus menyentuh hati, memberikan harapan, dan memfasilitasi pemulihan holistik,” tegasnya, memicu diskusi yang mendalam di kalangan peserta. Yayasan Pelayanan Agape adalah frontliner dalam memberikan harapan dan kehidupan baru bagi para korban narkoba.
– Christ Chiko Sijabat, Ketua Ikatan Konselor Adiksi Nasional: Dengan topik “Strategi Drug Demand Reduction dalam Praktik Berbasis Bukti,” Bapak Christ membagikan blueprint jitu dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “Kita harus bersatu! Pencegahan dan rehabilitasi harus dilakukan secara simultan dan komprehensif!” serunya, membangkitkan semangat peserta untuk beraksi nyata.
Puncak acara adalah momen bersejarah ketika STT Katharos Indonesia dan Yayasan Pelayanan Agape mengikrarkan aliansi strategis untuk berkolaborasi secara berkelanjutan dalam mengembangkan program edukasi, pendampingan, dan pelayanan rehabilitasi. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) menjadi simbol aliansi ini, disaksikan oleh seluruh peserta seminar, menandai era baru dalam perang melawan narkoba.
“MoU ini adalah landasan kokoh untuk memperkuat sinergi antara STT Katharos Indonesia dan Yayasan Pelayanan Agape,” tegas Dr. Adolf Bastian Butarbutar, Ketua STT Katharos Indonesia. “Bersama, kita akan menciptakan dampak yang eksponensial dalam menyelamatkan generasi muda dari cengkeraman narkoba!
“Kami sangat excited dengan kolaborasi ini!” timpal Hendrik Wowor, Ketua Yayasan Pelayanan Agape. “Dengan dukungan STT Katharos Indonesia, kita akan menjangkau lebih banyak jiwa yang membutuhkan pertolongan, berkat jangkauan hybrid yang tak terbatas!”terangnya
Seminar Nasional “Darurat Narkoba” adalah bukti nyata bahwa harapan selalu menyala, bahkan di tengah kegelapan yang pekat. STT Katharos Indonesia dan Yayasan Pelayanan Agape telah menyalakan api revolusi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, bergandengan tangan, dan berjuang bersama demi masa depan generasi muda Indonesia yang bebas dari narkoba.
“United we stand, divided we fall!” Mari kita jadikan pepatah ini sebagai guideline, dan bersama-sama kita akan memenangkan pertempuran melawan narkoba!
(Vicken Highlanders/Romo Kefas)






