Ribuan Paguyuban Mitra MBG Salurkan Aspirasi di Depan Kantor DPRD Trenggalek

Trenggalek, PersatuanBangsa.com
Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menggelar aksi damai dengan berjalan kaki menuju kantor DPRD Trenggalek pada Senin (22/6/2026).

Sebanyak 3.000 lebih massa yang terdiri dari relawan, pekerja dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta mitra pemasok kebutuhan dapur MBG tersebut memulai aksi dari kawasan Pasar Pon menuju kantor DPRD Trenggalek yang berjarak lebih dari dua kilometer.

Sepanjang perjalanan, peserta aksi membentangkan poster dan menyuarakan dukungan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan. Mereka juga mendesak pemerintah membersihkan program MBG dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Ketua Paguyuban Mitra MBG Trenggalek, Imam Waldi mengatakan,Aksi ini kami lakukan dalam rangka mendukung program strategis Presiden Prabowo karena program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Menurut dia, terdapat tiga tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Pertama, meminta program MBG tetap dilanjutkan disertai evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas pelaksanaannya.

Kedua, mendorong penegakan hukum secara transparan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran maupun penyalahgunaan wewenang.

Ketiga, memperluas pelibatan pelaku UMKM lokal agar manfaat ekonomi program semakin dirasakan masyarakat Trenggalek
Imam menjelaskan, program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima layanan seperti siswa sekolah, balita, ibu hamil, dan lansia, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat.

Menurut kami keberadaan dapur SPPG turut membuka lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan penyerapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal. Hal senada disampaikan Rohdatin, relawan SPPG Kecamatan Panggul. Dia berharap program MBG tetap berjalan karena telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga.

“Saya berharap MBG berjalan terus dan jangan sampai ditutup. Kalau MBG ditutup, akan menimbulkan banyak pengangguran di wilayah kami,” ujarnya

Sekitar 250 orang dari empat dapur SPPG di Kecamatan Panggul turut mengikuti aksi tersebut “Khawatir penghentian program akan berdampak pada pekerja yang selama ini menggantungkan penghasilan dari dapur MBG terutama yang sudah setengah berusia lanjut,” terangnya

​Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, Semua aspirasi yang disampaikan sudah kami tampung. Kami di DPRD sepakat bahwa evaluasi menyeluruh harus dilakukan, praktik korupsi di program MBG harus dihilangkan, dan produk lokal wajib diutamakan.

“​kami memastikan, seluruh poin tuntutan tersebut akan ditindaklanjuti dan segera disampaikan kepada pemerintah pusat. Ia juga mengapresiasi cara penyampaian aspirasi warga yang dilakukan dengan tertib di rumah wakil rakyat tersebut,”tutupnya
(Red)

Pos terkait