Trenggalek, PersatuanBangsa.com
DPRD Komisi IV Kabupaten Trenggalek adakan Agenda bersama mitra OPD tersebut, membahas persiapan pelaksanaan APBD 2024,Dinas mitra tersebut diantaranya adalah Dinas Kesehatan, Rumah sakit, serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja,di Kantor DPRD Trenggalek,Rabu (28/02/24)
Sukarodin Komisi IV mengatakan, Banyak poin yang kita bahas hari ini bersama OPD mitra, terutama kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan.
Sedangkan poin satu persatu persiapan kegiatan tersebut, diawali dari Dinas Kesehatan di mana ada poin tentang prioritas pembangunan gudang obat.
Pasalnya ada permasalahan obat yang terbatas. Jadi ketika belanja stok obat tidak bisa maksimal, karena keterbatasan gudang penyimpanan. Jadi tidak bisa belanja dengan jumlah stok maksimal.
“Maka untuk tahun 2024 ini kita ingin ketersediaan obat memadai. Sehingga pelayanan masyarakat tetap terjaga,” terangnya.
Selain obat juga tentang honor kader jumantik dimana ternyata belum mendapatkan porsi anggaran yang seimbang dan maksimal, namun dalam pelaksanaan masih dapat disiasati sebagian saja.
Berkaitan honor jumantik hanya cukup untuk pelaksanaan 7 bulan saja, maka akan ditambah di perubahan APBD 2024. Padahal anggaran per kader hanya Rp 80 ribu per bulan namun akan fatal jika tidak ditambah sesuai kebutuhan.
“Untuk Dinas Pendidikan, ada hal yang besar yakni kegiatan pembangunan masjid di GOR gajah putih sebagai fasilitas umum,” tambahnya.
Sedangkan pada kegiatan RSUD dr. Soedomo tentang penataan foodcourt. Foodcourt yang di belakang akan difungsikan dan untuk gedung depan selanjutnya akan ditata termasuk tentang amdal lainnya.
“Tidak hanya itu, selain amdal lain juga akan segera di bangun untuk pengendalian hujan agar tidak banjir,”ujarnya
Serta sudah lama wakil rakyat meminta adanya pelayanan VVIP, dimana dokter spesialis praktek bersama harus ada di RSUD seperti di Kabupaten tetangga. Itu semua harus diupayakan harus beroperasi.
Juga ada proyeksi prioritas untuk mempermudah pelayanan kesehatan yakni gedung baru dan unit stroke akan dibangun jembatan penghubung dan akan dilakukan segera.
“Sedangkan pada RSUD panggul juga konsentrasi tindak lanjut akreditasi dan rekomendasi BPJS, dimana ada kekurangan pada SDM,” tuturnya
Untuk Dinas Perindustrian dan tenaga kerja, yakni tentang BLK di mana anggaran yang ada di kementerian dan provinsi banyak yang bisa diserap, namun dengan syarat harus ada gedung BLK.
“Sehingga kekurangan tersebut akan dipenuhi pada perubahan APBD tahun ini, dan itu semua merupakan kegiatan prioritas,” tutupnya
(Ag)







