Sambut HUT ke-81 RI AJT Sasar Rumah-Rumah Warga

TULUNGAGUNG — PersatuanBangsa.com
Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Tulungagung terus digelorakan hingga ke pelosok desa. Tidak hanya menyasar rumah-rumah warga, aksi kolaborasi antara Aliansi Jurnalis Tulungagung (AJT) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tulungagung kali ini menaruh fokus khusus pada generasi muda.

​Bukan sekadar formalitas, aksi turun ke lapangan ini sengaja menyasar titik-titik kumpul kalangan remaja guna menanamkan kembali rasa cinta Tanah Air yang kian memudar di tengah arus modernisasi.

​​Pemandangan berbeda tampak di lapangan olahraga voli Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru. Di sela-sela aktivitas para remaja yang sedang berolahraga dan berkumpul, petugas Bakesbangpol bersama para jurnalis hadir membagikan bendera Merah Putih kain gres.

​Para remaja yang sedang asyik di lapangan diajak berdialog sejenak, diberikan pemahaman tentang makna kemerdekaan, lalu bersama-sama mengibarkan bendera baru tersebut. Selain di lapangan voli, tim juga menyisir rumah-rumah warga di sekitar lokasi yang benderanya sudah pudar tergerus cuaca atau belum memasang bendera sama sekali.

​Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, menjelaskan bahwa pendekatan kepada kaum muda ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Gerakan Nasional Pembagian Bendera Merah Putih arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

​”Sesuai imbauan Kemendagri dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-81, masyarakat diimbau mengibarkan bendera mulai 1 Agustus 2026. Sasaran kepada remaja di sarana olahraga seperti ini sangat penting. Ini adalah bentuk kepedulian bersama untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, jiwa nasionalisme, serta semangat gotong royong kepada generasi penerus,” ujar Agus Prijanto Utomo, Selasa (11/8/2026).

​Pemerintah Kabupaten Tulungagung sendiri telah menyiapkan sekitar 10.000 bendera Merah Putih tahun ini. Tiap kecamatan dialokasikan kurang lebih 350 bendera, sementara sisanya disalurkan melalui organisasi masyarakat dan lembaga untuk dibagikan langsung.

​​Ketua AJT, Catur Santoso, mengungkapkan bahwa khusus dalam aksi bersama Bakesbangpol ini, sebanyak 100 bendera dibagikan secara spesifik. Pemilihan lokasi pinggiran dan pusat kegiatan pemuda dilakukan berdasarkan hasil pemantauan lapangan, di mana kesadaran memasang bendera di titik-titik tersebut sering kali luput dari perhatian.

​Selama tiga tahun berturut-turut, organisasinya memang konsisten mengambil peran di kawasan yang jauh dari pusat keramaian kota. Selain difokuskan pada para remaja di Desa Rejoagung, penyisiran juga menjangkau Desa Tulungrejo (Kecamatan Karangrejo), Desa Soko (Kecamatan Bandung), Perumahan Sobontoro Permai, hingga beberapa desa lainnya.

​”AJT tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga harus mengambil bagian dalam kegiatan sosial. Khusus pendekatan di lapangan voli Rejoagung ini, kami ingin memastikan para remaja kita tidak kehilangan identitas kebangsaannya,” tegas Catur.

​Melalui kibaran Merah Putih yang baru di tangan para remaja dan di pelataran rumah warga, gerakan ini diharapkan tidak sekadar mempercantik lingkungan desa jelang 17 Agustus. Lebih dari itu, aksi ini menjadi alarm pengingat untuk terus merawat kesadaran persatuan dan cinta pada Tanah Air, mulai dari lingkup terkecil di masyarakat.
(Red)

Pos terkait