Kirap Prosesi Agung Wilujengan Nagari Kiblat Papat Menjadi Puncak Acara di Keraton Surakarta Hadiningrat

Yogyakarta,PersatuanBangsa.com
Rangkaian acara balas budi Ketua GNRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) yang digagas Sinuwun Paku Buwono XII duapuluh tahun silam, untuk pertama kalinya dikenang dengan memapar hajat besarnya yang menandai langkah awal menjalin persaudaraan Spiritual Bangsa-bangsa dan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 di Ndalem Purwa Hamijayan, Keraton Surakarta Hadiningrat Jawa Tengah, Sabtu – Minggu 13 – 14 Agustus 2022.

Acara dibuka dengan diawali pembagian 500 sembako sebagai berkat kepada bagi warga masyarakat sekitar yang dihadiri langsung Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati (KGPHA) Dipokusumo dan kerabat serta sahabat serta Dewan Pendiri GMRI, Profesor. KH. Habib Chirzin, Drs. KH.Muhamad Ghufron Sembara, Kanjeng Astana, Romo Dipo, Teuku Chandra, Dewa Made Sutiyasa, Fadjar Adhy Nugroho, Subekti Ardianto bersama Slamet dari Vihara Damma Sundara, Joko Sarjonono Kanwl Kandepag, dan wakil Kapolda Jawa Tengah serta tokoh masyarakat serta keagamaan.

Sebagai sahibul hajat, Eko Sriyanto Galgendu mengatakan bahwa acara ini sebagai bentuk rasa syukur juga menandai langkah besar GMRI untuk mewujudkan cita-cita Susuhunan Paku Buwono XII terus menggaungkan pesan spiritual untuk perdanaian bangsa-bangsa di dunia.

Acara ini juga sebagai ekspresi balas budi Eko Sriyanto Galgendu kepada Sinuwun Paku Buwono XII yang mewasiatkan bersama Gus Dur, KH. Habib Chirzin dengan sejumlah tokoh nasional dan keagamaan yang tertuang secara formal dalam akte notaris 2003.

Dan hajat ini bagi GMRI dimaksudkan sebagai tekad menyenggarakan pertemuan besar perdamaian spiritual bangsa-bangsa dunia yang telah direstui oleh Dewan Pendiri GMRI KH. Habib Chirzin agar dapat segera terwujud dalam waktu dekat di Indonesia, mulai dari Jajarta, Yogyakarta dan Bali.

Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati Dipokusumo memberi dukungan dan semangat sepenuhnya dengan mengurai hubungan mesra dan guyup antara Dewan Pendiri GMRI dengan pihak Keraton Surakarta Hadiningrat hingga ziarah ke makam para leluhur.

Karena gagasan GMRI dicetuskan Sinuwun Paku Buwono XII di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada 25-an tahun silam hingga terus berproses sampai sekarang.

Kirap Prosesi Agung Noto Wilujengan Nagari Kiblat Papat jadi puncak acara pagi Minggu, 14 Agustus 2022, tandas Eko Sriyanto Galgendu. Adapun maksud dari prosesi agung adalah do’a dan sesaji, agar bangsa dan negara Indonesia,”tutupnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *