Trenggalek, PersatuanBangsa.com
Membekali para kader posyandu dalam kegiatan jambore kader, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, SE., ME., ingatkan warganya untuk tidak mengkonsumsi gula berlebih. Hal ini disampaikan olehnya karena menurut Novita, konsumsi gula berlebih bisa beresiko penyakit degeneratif.
Keberadaan kader posyandu yang menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam melakukan pendampingan terhadap balita, remaja dan lansia diharapkan tidak hanya kampanye upaya pencegahan stunting atau area bebas asap rokok saja. Diharapkan juga, mereka tidak kenal lelah mengkampanyekan untuk kurangi konsumsi gula.
Founder UPRINTIS itu menyadari bawasannya kebiasaan masyarakat di Trenggalek cenderung menyukai minuman dan makanan manis. Kebiasaan ini perlunya untuk dikurangi, karena konsumsi gula berlebih dapat beresiko terjangkit penyakit.
“Gula itu ternyata berbahaya bagi tubuh. Gula kalau mengendap di mata itu menjadi glukosa yang dapat mengganggu kesehatan mata. Bisa mengakibatkan gangguan pengelihatan, glukoma, katarak bahkan mengalami kebutaan,” ungkap Master Of Economic UIN SATU itu, Jumat (13/10/23).
“gula kalau ada di gigi biaa membuat gigi berlubang,Terus gula kalau ada di darah bisa membakibatkan diabetes dan leukimia. Kalau di dalam lemak juga menyebabkan diabetes dan kalau ada di dalam tubuh semua bisa menghasilkan sel-sel kanker.”ujarnya
Saya minta seluruh kader untuk bisa mengedukasi masyarakat minim penggunaan gula dan menggunakan bahan-bahan yang sifatnya benar-benar alami.
“Kalau memang harus ada gula usahakan gunakan gula aren dan itu penggunaannya juga harus diukur,”tutupnya
(Ag)







