Trenggalek, PersatuanBangsa.com
Hal itu diungkapkan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat pembekalan konselor Rumah Perempuan dan Perlindugan Anak (RPPA) yang dilaksanakan di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Senin (20/11/2023).
Pos Curhat sendiri fokus pada tiga hal yaitu mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, serta ketidakadilan akses baik dalam hal ekonomi maupun pendidikan.
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang muncul ke permukaan, menurut Mas Ipin belum tentu mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Karena mungkin banyak yang tidak berani bersuara.
“Makanya fokusnya adalah bagaimana kita memiliki jejaring untuk kemudian bisa mendengar, bisa menyaring semua keluhan itu sebanyak-banyaknya,”ujarnya
“Jadi tidak ada kasus bukan berarti tidak ada kekerasan, itu yang perlu digarisbawahi, jadi yang penting sekarang awarness-nya ditingkatkan,” sambungnya.
Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini, S.E., M.E., menekankan pentingnya sinergi peran mulai dari lingkup keluarga. Di mana pengasuhan anak tidak hanya bertumpu pada peran ibu.
“Dulu PKK, 2016 ada program namanya Satu Jam Bersama Ayah, nah ini saya muter ke beberapa sekolah, tidak hanya ayah menemani hanya fisiknya saja tetapi juga lahir batinnya menemani anak-anak belajar dan bermain,” tuturnya.
Sedangkan terkait Pos Curhat, Bunda Novita menjelaskan bahwa tidak hanya sekedar lapor namun juga perlu adanya interaksi. Sehingga para konselor juga dilatih untuk bisa memberikan pendampingan psikologis.
Pencegahan kita juga ada, tetapi kita juga ada pendampingan, jadi setiap ada masalah baik itu di kasus anak, remaja, sampai ibu-ibu, bahkan bapak-bapak juga biasanya mereka datang dengan masalahnya masing-masing.
“Kemudian kami dari Tim Penggerak PKK melatih konselor untuk bisa menjadi pendamping yang baik dan positif bagi masyarakat,”tutupnya
(Ag)







