Doa Bersama dalam Rangka Bersih Desa Kolomayan

Blitar, PersatuanBangsa.com
Manusia dan alam merupakan satu kesatuan, hubungan alam dan manusia merupakan wujud dari satu elemen yang seakan akan tidak bisa terpisahkan oleh satu sama lain.

Oleh sebab itu, Pemerintah Desa Kolomayan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar mengelar bersih desa pada Rabu (05/06/2024) malam dengan agenda mengadakan kenduri masal yang diisi dengan Yasin Tahlil, kemudian dilanjutkan dengan khotmil quran di Balai Desa Kolomayan Jum’at (07/06/24).

Kepala Desa Kolomayan Muhammad Makrus S.E. menerangkan, hubungan simbiosis kehidupan menjadi keniscayaan namun dalam perkembangannya manusia modern, alam seakan menjadi obyek untuk meneguhkan dan meneruskan kehidupan manusia.

Kepala Desa Kolomayan Muhammad Makrus S.E.,Alam yang rusak, sampah dimana-mana, berimplikasi pada banjir serta bencana alam yang memakan banyak korban jiwa. Disinilah diperlukan kesadaran ekologis manusia untuk faham dengan alam.

Dari penjelasan diatas, yang menarik adalah ketika masyarakat kita dahulu begitu sangat menghargai alam. Hal itu terbukti dengan adanya ritual bersih desa yang dilaksanakan oleh Pemdes Kolomayan, Kecamatan Wonodadi kabupaten Blitar.

Makrus menambahkan, Bersih Desa ini merupakan tradisi turun temurun yang sudah melekat di jaman nenek moyang dulu. Bersih Desa merupakan wujud bersatunya manusia dengan alam.

“Ritual bersih Desa ini dapat didefinisikan sebagai wujud syukur yang diberikan sang Pencipta kepada masyarakat desa, baik dari hasil panen, kesehatan, dan kesejahteraan yang diperoleh selama satu tahun, dan juga sebagai permohonan akan keselamatan dan kesejahteraan warga desa satu tahun yang akan datang,” tambahnya.

Lebih lanjut, masih kata Makrus, ritual bersih desa ini biasanya dilaksanakan satu kali dalam setahun, dan tradisi ini telah dilaksanakan secara turun temurun dari jaman nenek moyang. Hari pelaksanaannya pun tidak asal asalan. Artinya, ada hari hari tertentu dalam kalender Jawa yang merupakan hari sakral untuk bisa melaksanakan acara bersih desa.

“Jadi ritual bersih desa ini tidak sama dengan desa yang lain. Karena, leluhur yang membawa tradisi selalu berbeda beda,” lanjutnya.

Dicontohkan Markus, Bersih Desa yang di lakukan oleh Desa kolomayan ini hanya bisa dilaksanakan dengan cara baca doa, yasinan dan tahlillan serta kenduri bersama. Artinya, tidak bisa dilakukan dengan cara perayaan wayangan, Jaranan serta yang sakral seperti desa yang lainnya.

Ketika disinggung terkait, kenapa tidak ada hiburan seperti Wayang dan lain sebagainya kades kolomayan menyampaikan bahwa dulu pernah diadakan wayangan, kuda Lumping, tapi justru banyak warga yang kesurupan, mulai dari kejadian tersebut kegiatan wayangan dan lain lain ditiadakan oleh desa kolomayan.

“Tapi bila ada warga yang ingin mengadakan seperti, _live music_, dangdut dan lain sebagainya pihaknya mempersilahkan dalam bahasa jawa (monggo) asal tidak di balai desa ini,”tutupnya

Diakhir sambutannya saat doa bersama kades kolomayan menyampaikan bahwa ritual bersih desa menjadi sebuah upaya pelestarian alam, dengan modal sosial dan budaya yang adiluhung sehingga, ritual bersih desa menjadi sangat penting untuk membentuk paradigma “Hamemayu Hayuning Buwana”.
(Gus)

Pos terkait