Tulungagung – PersatuanBangsa.com
Dinas Pendidikan kabupaten Tulungagung menyelenggaralan sosialisasi ”Gerakan Transisi PAUD ke SD” yang dipimpin langsung oleh Bunda PAUD Siyuk Maryoto Birowo, Rabu (26/7)
Acara yang digelar di gedung Lojik lantai 7 yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahadi Puspita Bintara tersebut dihadiri oleh Bunda PAUD kabupaten Tulungagung Siyuk Maryoto Birowo, pemateri dari BPMP Surabaya yang akrab dipanggil ibu Im, bunda PAUD tingkat kecamatan, bunda PAUD tinggkat kelurahan, tenaga pengajar SD serta undangan lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk tindak lanjut komitmen bersama Bunda PAUD dalam mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dalam mendukung kurikulum Merdeka Belajar.
“Transisi PAUD ke SD adalah proses dimana anak berpindah dari perannya sebagai peserta didik PAUD, menjadi peserta didik SD. Transisi yang efektif adalah saat anak tidak perlu melakukan terlalu banyak penyesuaian, sebagai akibat dari perpindahannya,” jelas Rahadi dengan nada santunnya.
Menurut dia Gerakan Transisi PAUD ke SD ini diluncurkan pada momen penerimaan siswa baru, yang merangkum seperti apa penerimaan siswa baru dari PAUD ke SD yang tentunya baik orang tua maupun anak didik dan tenaga pendidik yang ada di sekolah masing-masing tidak merasakan susahnya, tetapi muncul suasana yang memberikan suasana yang menyenangkan bagi peserta didik dan orang tua.
”Persiapan-persiapan penerimaan siswa didik kita di SD itu cukup dengan melakukan pengenalan lingkungan pengenalan antara anak didik dengan guru mulai dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sehingga tidak membutuhkan syarat-syarat khusus yang dapat memberatkan peserta didik untuk mendaftar di SD,” tutupnya
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Tulungagung Siyuk Maryoto Birowo menjelaskan bahwa Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan adalah gerakan bersama yang mendasari transisi peserta didik PAUD ke SD/MI yang sederajat dengan cara yang menyenangkan dan dimulai sejak tahun ajaran baru.
Disamping itu dikatakannnya juga, bahwa dasar pendidikan untuk anak PAUD bukanlah baca, tulis dan berhitung (Calistung). ”Pendidikan di jenjang PAUD belum mewajibkan anak untuk bisa calistung, malainkan lebih pada pengenalan dan bermain saja dan yang terpenting pemahaman anak tentang konsep pembelajaran yang dilakukan bapak ibu guru PAUD dan TK di sekolah,” ujar Siyuk.
Usai pembukaan dan sambutan – sambutan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Im yang memberikan wawasan dengan langsung diteruskan dengan pemberian Simulasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi Pendidik PAUD dan SD.
Gerakan PAUD ke SD ini menurut Ibu Im diharapkan pada Satuan Pendidikan perlu menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan pondasi anak (di PAUD dan SD), seperti mengenal nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan bahasa untuk berintraksi, kemampuan emosional untuk berkegiatan di lingkungan belajar, kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar, seperti adanya dasar literasi dan numerasi serta pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri.
(jk)







