Adanya Pecahan Dapil Menjadi 6 Ketua Hanura Sangat Kurang Setuju

Trenggalek,PersatuanBangsa.com
Untuk menangapi adanya pecahan Dapil menjadi 6 Ketua Hanura sangat Kurang setuju akan adanya pecahan Dapil tersebut, Hal itu di ungkapkan saat di konfirmasi oleh awak media di kantor DPRD Trenggalek. Kamis (16/2/23)

Dr.Moh Huseni Tahir Ahmad,S.H.,M.H.,C.l.A. ketua Hanura Trenggalek mengatakan,untuk pecahan dapil itu bagi kita bahwa, pemecahan dapil itu dikarenakan adanya pertambahan penduduk atau pemekaran wilayah.

Sedangkan jumlah pertambahan penduduk ini ada yang mengatakan, mempengaruhi jumlah kursi yang ada di dprd akan tetapi kenyataanya tidak.

Adapun di kabupaten Trenggalek sendiri tidak ada pertambahan penduduk kenaikan cuma berapa persen, tetap di angka 700 penduduk , dan bisa dikatakan pertambahan jika kalau sudah 1 juta.

“Sedangkan saya bukan mengatakan setuju atau tidak dengan adanya pemekaran penduduk itu akan tetapi saya akan mengatakan sesuatu itu apabila tidak dilandasi dengan.
dasar-dasar, seperti asumsi hasil seperti ini,”ungkapnya

saya tidak setuju, tapi kalau memang itu ada dasar perhitungan-perhitungan lain silahkan, tetapi pasti ada orang yang akan memasuki asumsi yang negatif.

“sebenarnya saya cuma ingin tahu di kecamatan tugu,trenggalek dan bendungan menjadi 9 kursi,
sedangkan pogalan, durenan 6 kursi.
berarti rata-rata satu, kecamatan ada 3 kursi, akan tetapi tidak bisa dibandingkan begitu,” terangnya

Sedangkan penduduk trenggalek itu lebih banyak daripada penduduk di kecamatan bendungan cuman ada 10 ribu sampai 15 ribu jumlah penduduknya, apa dihitung tetap 3 kursi dia.

Kemudian di kecamatan durenan dengan kecamatan pogalan ada 53 ribu penduduknya,apa cuma di nilai tiga kursi, sedangkan pogalan itu lebih kecil dari itu 40 ribu di nilai 3 kursi atau bagaimana saya tidak tahu hitungannya.

“dengan menetapkan 6 kursi di kecamatan pogalan dan 9 kursi di kecamatan durenan itu kita tidak mengikuti, sedangkan di kecamatan yang lain rata- rata cuman 3 Kursi,”tutupnya
(Ag)

Pos terkait