Tulungagung – PersatuanBangsa.com
Dalam rangka memelihara, mempertahankan dan mengembangkan kesenian dan nguri nguri budaya Jawa, khususnya seni tari, Dinas Pendidikan kabupaten Tulungagung – Jawa Timur, melalui Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa (TB2KS) mengadakan workshop “Tari Klasik” dalam lingkup guru pembina tari dan siswa, pada Selasa (18/2/25) lalu.
Bertempat di pendopo TB2KS kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Tulungagung, Rahadi P Bintara, SE, M.Si, Kepala UPT TB2KS Ririn Andri Wikanti, SP, MM, Kepala Bidang SD, Kepala Bidang SMP, Nara sumber tari, dan seluruh peserta workshop jenjang SD dan SMP.
Dalam laporan panitia, Ririn Andri Wikanti menjelaskan, dasar kegiatan adalah program kerja dinas pendidikan kabupaten Tulungagung melalui UPT TB2KS. “Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah pelestarian dan pewarisan budaya yang adiluhung, peningkatan kemampuan dan pengetahuan serta pengembangan diri juga peningkatan karakteristik kedisiplinan dan kesabaran yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari selebihnya adalah apresiasi terhadap seni tari,” jelasnya.
Masih Ririn melanjutkan laporannya dikatakan jumlah peserta workshop itu sebanyak 136 orang siswa dan guru pembina tari. “Mengapa guru juga diikutkan dalam pembinaan kompetensi siswa ini, karena berdasarkan koreksi kegiatan sebelumya yaitu workshop kentrung dan karawitan, bapak dan ibu guru pembina hanya diam menunggu kegiatan sampai selesai tidak ada expert apa apa, untuk itu dalam kegiatan ini guru diikutkan dengan tujuan untuk memberikan atau mengajarkan pada siswanya di sekolah tentang materi workshop,” lanjut Ririn.
“Selain itu tentunya semua peserta akan mendapatkan sertifikat pembinaan yang mungkin bisa digunakan sebagaimana mestinya dan guru akan mendapatkan pengetahuan perihal seni tari klasik yang nantinya guru pembina bisa menularkan kepada anak didiknya,”ujarnya
Sementara itu kepala dinas pendidikan kabupaten Tulungagung, pada kesempatan yang sama Rahadi P Bintara, kegiatan workshop Tari tersebut merupakan salah satu wujud penciptaan karakter siswa dan karakter bangsa Indonesia.
“Semua peserta terlihat wajah cerah ceria, senang semuanya dan pada panitia saya ucapkan selamat, yang mana kita telah ikut mewujudkan salah satu dari tujuh karakter anak Indonesia hebat yang telah di launching oleh kementerian Dasar dan Menengah, salah satunya yaitu “gemar belajar ” yang harus ditanamkan pada anak didik kita,” ucapnya.
Lebih jauh Rahadi menyampaikan bahwa belajar itu tidak hanya hal akademis saja. “Saya yakin dengan kegiatan ini kalian pasti senang, karena bukan dipaksa untuk ikut kegiatan ini, dengan demikian akan lebih cepat menerima materi,” lanjutnya.
Selain itu Rahadi juga mereview kebiasaan anak hebat Indonesia.
“Untuk karakter anak hebat Indonesia, keenam lainya adalah ; bangun pagi, beribadah, olahraga, belajar, makanan yang bergizi, bermasyarakat dan tidur cepat. Jadi sebagai siswa jam 9 malam harus segera beristirahat, bila ketujuh kebiasaan anak hebat Indonesia dilaksanakan dengan bagus maka hasilnyapun menjadi bagus, begitupun seperti kegiatan workshop ini, jikalau kalian sungguh -sungguh maka akan tercapai tujuan kalian mempelajari seni tari dengan baik pula,” lanjutnya.
“Selamat bergabung, selamat mengikuti kegiatan dengan baik semoga tercapai tujuan kalian ikut workshop ini, jadilah anak hebat Indonesia yang berkarakter menuju Indonesia emas,” pungkasnya
(Jk)







