Tulungagung – PersatuanBangsa.com
Saat ini pemerintah pusat menginstruksikan program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar 20 persen. Dari sini setiap desa harus menganggarkan program tersebut, tak terkecuali desa Jatidowo dengan mengaitkan program ketahanan pangan dengan ProKlim (pro iklim) dengan membagikan benih tanaman produktif kepada setiap rumah dalam desa setempat, pada jum”at (31/1/2025)
Kepala Desa Jatidowo, Saipul Munip, S.Ag mengatakan, Program Kampung Iklim (ProKlim) adalah program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Program ini dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Untuk diketahui, bahwa Program ProKlim dapat meningkatkan ketahanan pangan melalui upaya-upaya sebagai berikut: Pengendalian kekeringan, Pengendalian banjir, Pengendalian longsor, Peningkatan tutupan vegetasi, Budidaya pertanian dan
Pengurangan emisi dari kegiatan pertanian, bertolak dari sini kami berupaya memberikan bantuan benih pada masyarakat,” paparnya.
Lebih jauh dirinya menjelaskan kategori dan jumlah tanaman yang dibagikan.
“Untuk kali ini kami membagikan tanaman yang bisa produksi setiap tahun, seperti tanaman buah, bukan tanaman yang produksi hanya satu kali seperti tanaman penghasil kayu, dan jumlah yang kami bagikan ini sejumlah 385 pohon, sesuai dengan jumlah rumah yang ada di desa kami,” jelasnya.
“Selain itu, untuk diketahui bahwa tanaman yang kami bagikan adalah tanaman buah nangka dan mangga, dari sini kami mengharapkan terhadap masyarakat kami, jika tanaman tersebut sudah siap berbuah, maka setiap tahun akan berbuah, sehingga hasilnya bisa menopang perekonomian warga, dan masyarakat terdorong untuk mengembangkan yang berujung pada peningkatan kesejahteraan melalui penghasilan keluarga yang meningkat, selain itu, program ProKlim juga ada dorongan partisipasi masyarakat dalam melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” harapnya.
(JK)







