Aceh Timur – PersatuanBangsa.com
Puluhan pegawai PDAM Tirta Peusada Aceh Timur menyampaikan mosi tidak percaya meminta Iskandar, selaku penjabat direktur untuk dicopot. Hal itu disampaikan saat menjumpai Penjabat Bupati Aceh Timur, Mahyuddin, Senin, 9 Oktober 2023. “Selain menyatakan kasus direktur PDAM, kami juga meminta agar direktur PDAM dicopot serta menuntut pembayaran tunjangan pensiun kepada karyawan yang telah masuk masa pensiunan,” kata Ulfa Handayani, Senin, (9/10/2023)
Ulfa mengatakan selama Iskandar menjabat tidak hanya kepemimpinan yang dinilai buruk namun juga terkait pengelolaan keuangan PDAM. Dia menyampaikan banyak ditemukan kejanggalan dan diduga terjadi penyimpangan selama direktur dijabat oleh Iskandar, menyebutkan bahwa ada 37 masalah keuangan yang terjadi selama Iskandar menjabat.
Mulai dari pensiunan pegawa yang belum dibayar, kegiatan tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB), dugaan BPJS tidak disetor begitu juga dengan pajak, gaji 13 karyawan, mark up harga, dan lainnya.
Serta kejadian terakhir adalah menyampaikan laporan fiktif kejakarta. Yaitu :
Oknum PJ direktur kirimin foto rumah masyarakat miskin yang mau di pasang Air, Tapi Belum terpasang meteran. Terus rm fto Rmh yg mau pakai meteran yang di rumah sudah terpasang /Manipulasi data ke jakarta.
Tuntut Dirut PDAM Segera Dicopot Sementara itu, Supriyadi, salah seorang pegawai berharap ada perubahan yang lebih baik di tubuh perusahaan milik pemerintah daerah tersebut. Di antaranya dengan mencopot direktur dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur membantu pembayaran tunjangan untuk 19 anggota yang telah pensiun.
Menanggapi persoalan tersebut, pj bupati Aceh Timur berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja direktur PDAM Tirta Peusada serta menindaklanjuti poin-poin permasalahan yang telah disampaikan. Amatan AJNN, tiga puluh perwakilan pegawai dari PDAM tersebut datang dari tiga kantor cabang. Di antaranya cabang Peureulak, cabang Lhok Nibong dan cabang Ranto Peureulak serta empat Kantor Instalasi Kecamatan Kota (IKK) terdiri dari IKK Teumpeun, Idi Rayeuk, Ranto Selamat dan Punaton.
Dalam audiensi tersebut selain dihadiri oleh pegawai juga turut dihadiri oleh mantan pegawai yang belum mendapatkan hak pensiun dari sejak 2018. Sebelum meninggalkan lokasi pertemuan, perwakilan pegawai PDAM menyerahkan dokumen berisi 37 permasalahan yang terjadi selama kepemimpinan Iskandar kepada pj bupati Aceh Timur. Hingga berita ini diterbitkan , pj direktur PDAM Tirta Peusada iskandar belum dapat memberikan jawaban konfirmasi melalui Hpnya.
(zainal)







