Tulungagung, PersatuanBangsa.com
Demi mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera dan produktif merupakan beberapa hal yang bisa di realisasikan melalui pemanfaatan Dana Desa (DD). Salah satu hal yang sudah sejak lama dilakukan oleh desa adalah pelaksanaan Posyandu, dimana Posyandu saat ini tidak hanya pelayanan terhadap Balita (bawah lima tahun) saja, namun ada beberapa posyandu yang lain. Seperti yang dilakukan pemerintah desa pojok kecamatan campurdarat dengan menggelar Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), yang selalu dilaksanakan setiap awal bulan Minggu pertama setiap bulannya, senin (6/4/26)
Dari keterangan yang dihimpun melalui bidan desa melalui koordinator kader ernawati mengatakan, saat ini posyandu telah bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Artinya posyandu yang dahulu hanya melayani balita dan ibu hamil saja, sekarang posyandu sasarannya melayani satu siklus kehidupan, dari usia nol tahun hingga lansia, yang meliputi Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Posyandu Remaja dan Taman Posyandu.
“Untuk ILP ini jangkauan kami adalah balita, lansia, remaja, bumil dan di desa kami terdapat pada masing – masing pos ada 7 pos untuk Posyandu Balita dan 1 pos untuk Posyandu Lansia. Disini, di Pos ini, intinya bukan hanya yang diantar saja (balita atau ibu hamil) yang diperiksa, namun juga yang mengantarkan. Kami lakukan juga home visite. Dengan demikian akan mempermudah pengambilan kebijakan agar kualitas bidang kesehatan menjadi lebih baik lagi,” kata ernawati pada senin 6/7/4/26 di pos layanan ILP
Sedangkan tujuan dari Posyandu ILP, sahut bidan desa dari Puskesmas campurdarat sekaligus promotor kesehatan desa pojok dwi wulandari menegaskan, kegiatan tersebut merupakan program Kementerian kesehatan yang tujuannya untuk memantau semua sasaran berkaitan dengan kesehatan dan perkembangan Balita,
“Dari sini kami memprogramkan kunjungan cek kesehatan dan edukasi kesehatan ke rumah bagi lansia yang tidak dapat menuju Pos, berdasarkan catatan cek kesehatan apabila ada kendala atau gangguan kesehatan maka kita akan merujuk ke Polindes atau Puskesmas,” tegasnya.
”Untuk balita kita lakukan timbang badan, ukur tinggi badan, ukur lingkar kepala, seperti kegiatan posyandu hari ini sebanyak 80 balita dilakukan penimbang, ukur tinggi badan dan penambahan vitamin untuk memastikan balita bisa tumbuh sehat tanpa ada yang harus dihawatirkan
begitupun untuk remaja
dengan kita tambah dengan ukur lingkar lengan serta tensi darah, sedang untuk lansia selain tensi darah juga dilakukan cek gula darah dan kolesterol,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa pojok ismiati menyampaikan, kesehatan merupakan aset dan modal utama dalam hidup. Dengan adanya Posyandu ILP ini nantinya juga dapat menurunkan angka stunting di kabupaten Tulungagung.
“Jangan sampai generasi penerus berkualitas rendah. Untuk itu mari cetak SDM penerus yang unggul, kuat dan sehat secara utuh, ” katanya.
Masih kata ismiati “Kerja akan produktif bila kita sehat, belajar akan bisa berkonsentrasi bila kita sehat. Untuk itu kita harus selalu menjaga kesehatan tubuh, selain itu juga selalu bersemangat dan berpikir positif dalam mengisi hari hari.
Sebagai leading sektor, lanjut kades, desa tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan Posyandu ILP, namun membutuhkan bantuan dan peran serta dari berbagai unsur masyarakat demi terciptanya masyarakat pojok khususnya dan masyarakat Tulungagung pada umumnya yang semakin sehat dan sejahtera.
Dalam Posyandu ILP desa pojok yang dilakukan secara rutin juga dilakukan kegiatan senam sehat lansia, yang bertujuan untuk memberikan kebugaran dan melatih fisik guna menghindari dari rentan terhadap sakit dan penyakit pada Lansia.
(Jk)







