Kurangnya Pendistribusian Air,Ancam Gagal Panen Didua wilayah Kecamatan Gondang Dan Kauman

Tulungagung- PersatuanBangsa.com
Sejumlah petani didua kecamatan Gondang dan Kauman Kabupaten Tulungagung kuatir gagal panen lantaran pendistribusian air kelahan pertanian tidak begitu lancar.

Ancaman besar gagal panen petani yang akan menjadi korban, karena rata rata mereka menggadaikan sertifikatnya ke bank sebagai modal usaha dalam bercocok tanam.

Kepala Desa Jarakan Kecamatan Gondang, Suad Bagio, SH mengatakan,lahan pertanian diwilayah desa Jarakan seluas148 hektar terancam gagal panen penyebabnya pendistribusian air tidak lancar.

Sebenarnya menurut Suad Bagio (SBY), irigasi merupakan suatu usaha penyediaan dan pengaturan air serta sistim pembagiannya maupun pengaturannya harusnya bagus, ucapnya, Senin (3/6/24).

Lanjut SBY, patut disayangkan terkait pengelolaan pembagian dan pemberian air ke sawah petani tidak diatur sesuai kebutuhan, sedangkan jumlah volume air harus tepat waktu.

Ditempat terpisah Kabid Pengelolaan Sumberdaya Air Kabupaten Tulungagung, Endra Wibawa,ST.,MPSDA menyampaikan, bukan lepas tangan pendristribusian air, ini sudah kami koordinasi ke PJT agar aliran air kedesa Jarakan tidak tersendat sendat.

Memang ketersediaan debit air di kali song agak rendah dampaknya kesawah pertanian, ujarnya baru baru ini.

UPT Kauman sebagai teknis di lapangan bisa lebih detail ditanyakan mengenai persoalan dilapangan pengaturan air ke waduk Wonorejo dan ketersediaan air dibawah lanjut.

Selanjutnya, Endra menyampaikan, bahwa kesulitan yang mereka hadapi saat ini perbaikan jaringan irigasi glutuk banyak rusak dan bocor, karena itu wilayah daerah provinsi mereka surati yang intinya, debit air jaringan irigasi bisa optimal ke desa Jarakan.

Sementara Eko Basuki, UPT Kauman belum dapat dimintai keterangan pendristribusian air yang tidak lancar, hingga berita ini diturunkan.
(JK)

Pos terkait