Ketum AlphaSatu 17 Romo Sentot Panca Wardhana Resmikan Warung Kopi Pinggiran Akamsi di Karet Tengsin

DKI Jakarta -PersatuanBangsa.com
Bertempat di Kediaman Sumarno Gareng Ketua Silaturahmi Warga Perantauan (SWP) tepatnya di Jalan Karet Pasar Baru Barat 1 RT 004/07 Karet Tengsin Jakarta Pusat, Minggu (30/7/2023) telah dilangsungkan pertemuan Warga dari kelompok ibu2 dasawisma, anak2 Milenial dan bapak2 yg mewakili kelompok2 yg ada di wilayah padat tersebut. Pertemuan tersebut sekaligus peresmian *Warung Kopi Pinggiran Akamsi Karet Tengsin* yaitu tempat berkomunikasi interaktif utk diskusi dan membahas permasalahan yang ada di tengah masyarakat wilayah Kelurahan Karet Tengsin.

Acara Peresmian Warung Kopi pinggiran akamsi tersebut dihadiri sekaligus diresmikan oleh Ketua Umum Sekretariat Bersama (Sekber) AlphaSatu 17 yaitu Romo Sentot Panca Wardhana, S.H. yang juga adalah seorang Pengacara di Kantor Law Firm SAS & Partner.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Tonggo F. Situmorang dan Rischandra dari Organ Garis, Rahmi, Didik dan Aji dari AUIGP (Alumni UI untuk Ganjar Pranowo), Choky Silitonga dari ITB, Yudhi SY dari Sekber Rasamala, Nazaruddin Lubis dari GPP, serta Gita dan Agil yang merupakan Milenial Komunitas SGPB.

Acara tersebut difasilitasi oleh Dermayu Bhisono yang akrab disapa mas Demo, aktivis dan koordinator pelaksana program Warung Kopi Pinggiran Akamsi, ia juga jebolan Universitas Gajah Mada dengan organ AUGP (Alumni UGM pilih Ganjar Pranowo).

Peresmian Komunitas Warung Kopi tersebut didahului dengan olah raga senam oleh ibu-ibu warga setempat dilanjutkan Pemotongan Tumpeng yang dilakukan oleh Romo Sentot Panca Wardhana yang diserahkan kepada Tuan Rumah Sumarno Gareng serta juga diserahkan Spanduk untuk menandakan Posko Warung Kopi Pinggiran Akamsi Karet Tengsin sudah mulai beraktifitas.

Dalam kegiatan tersebut warga antusias datang dalam rangka mendengar arahan dan diskusi bersama mengangkat isu-isu yang berkembang di masyarakat, di antaranya masalah stunting.

Gita yang adalah Milenial Komunitas SGPB memberikan masukan dan arahan kepada peserta yang hadir terkait apa itu stunting dan bagaimana cara mengatasinya.

Di Kelurahan Karet Tengsin dilaporkan terdapat 14 anak yang masuk kategori stunting. Dengan spontan Romo Sentot Panca Wardhana secara pribadi mendonasi untuk mengatasi stunting di kelurahan tersebut yang diserahkan teknis nya kepada pelaksana kegiatan tersebut.

Masalah lain yang dibahas adalah market place, Didik dari organ AUIGP memberikan masukan terkait market place bagaimana memanfaatkan HP, ia mengatakan, “Biarkan anak-anak bermain HP, sementara orang tua berperan bagaimana mengarahkan mereka cara memanfaatkan HP guna mendapatkan berbagai informasi menggunakan internet,” ujarnya.

Selanjutnya ia menjelaskan bagaimana saat ini pekerjaan-pekerjaan dapat dilakukan dari rumah dengan menggunakan teknologi informasi tersebut.

Agil yang juga berasal dari milenial Komunitas SGPB memberikan masukan terkait market place, “Saya akan membantu warga di sini secara gratis bagaimana memasarkan produk dengan sistem digital marketing,” ujarnya antusias yang disambut dengan tepuk tangan warga.

Tak kalah menarik Sumarno Gareng berbagi pengalaman bagaimana ia mengelola sampah menjadi produk Eco Enzym yang bermanfaat untuk mengobati penyakit kulit, dapat juga sebagai hand sanitizer serta membasmi lalat. Terbukti tempat kediaman dan lingkungannya tidak bau dan dihinggapi lalat padahal dekat dengan pembuangan sampah.

Hasil riset dan produk tersebut juga dibagikan kepada peserta yang hadir. Namun disayangkan permasalahan yang ada ialah pemasaran.

Beruntung dengan kehadiran bang Didik dan Agil yang akan membantu bagaimana sistem pemasaran dengan digital marketing.

Acara yang berlangsung sederhana namun istimewa karena dengan kehadiran Romo Sentot Panca Wardhana dan kawan-kawan dalam waktu singkat mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di tengah-tengah warga.
(Johan Sopahekuwakan)

Pos terkait