ACEH TIMUR – PersatuanBangsa.com
Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia, Rahmad, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi Pusat segera turun ke Kabupaten Aceh Timur untuk mengusut dugaan penyimpangan dalam pengadaan 392 ekor sapi bantuan Presiden RI untuk masyarakat terdampak banjir.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka tradisi meugang menyambut Ramadan 1447 Hijriah bagi korban bencana hidrometeorologi di Aceh Timur. Total nilai bantuan disebut mencapai Rp7,55 miliar.
Namun, polemik berkembang menjadi isu krisis transparansi anggaran publik karena hingga kini Dinas Peternakan Aceh Timur belum memberikan penjelasan rinci terkait mekanisme pengadaan, harga satuan sapi, hingga total distribusi daging yang diterima masyarakat.
Transparansi Dipertanyakan
Rahmad menegaskan bahwa publik berhak mengetahui:
Jumlah pasti sapi yang dibeli
Harga satuan per ekor
Mekanisme pengadaan
Total daging yang dihasilkan dan dibagikan
“Kami sudah mencoba menghubungi Kepala Dinas Peternakan Aceh Timur melalui pesan dan panggilan WhatsApp. Jawabannya hanya menyatakan bahwa sapi sudah diserahkan ke pihak kecamatan dan menyarankan agar ditanyakan ke kecamatan. Ini menyangkut dana miliaran rupiah untuk korban bencana,” tegas Rahmad.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Aceh Timur, Murdani, disebut menyatakan bahwa proses distribusi sudah menjadi kewenangan pihak kecamatan.
Hitung-Hitungan Anggaran Jadi Sorotan
Rahmad memaparkan analisis sederhana yang memicu kecurigaan publik.
Jika diasumsikan harga sapi anak berada di kisaran Rp7–8 juta per ekor, maka:
398 ekor x Rp8.000.000 = Rp3.184.000.000
Angka tersebut dinilai jauh dari total anggaran Rp7,55 miliar yang beredar di tengah masyarakat.
“Rahmad menilai Berakti Harga I ekor Sapi Rp: 18 juta lebih lemak kali korupsinya jika benar demikian Rahmah memohon Agar Pak Presiden Ri Pak Prabowo menurut kan Segera KPK di Aceh Timur
Jika benar harga sapi di kisaran itu, maka ada selisih yang sangat besar. Ini patut diduga ada unsur korupsi berjamaah dalam proses pengadaan,” ujar Rahmad.
Realisasi di Lapangan Tuai Keluhan
Sejumlah kepala desa mengaku hanya menerima bagian dalam jumlah terbatas dan tidak merata. Bahkan, terdapat dusun terdampak banjir bandang yang disebut tidak mendapatkan bantuan sama sekali.
Di salah satu desa, warga mengaku satu ekor sapi yang disembelih hanya menghasilkan pembagian sekitar tiga ons daging per kepala keluarga, Aparatur desa dan masyarakat Gampong Aceh Sepakat menjual Sapi anakan 2 ekor dijual jika disembeli di bagikan susa untuk di bagika karna jumlah Kk 560 oleh sebab itu di jual dengan harga 6 jutaan per 1 ekor uangnya di bagi ke masyarakat,tiap kk mendapat Rp 23 ribu miris
Perbedaan distribusi antar desa ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat terkait:
Skema pembagian
Dasar penentuan penerima
Kesesuaian antara nilai anggaran dan realisasi
Desakan Audit dan Penyelidikan
Rahmad menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele.
“Ini bantuan untuk korban banjir, bukan proyek biasa. Jika benar terjadi penyimpangan, ini sangat miris dan menyakitkan hati masyarakat. Kami mendesak KPK turun langsung melakukan audit menyeluruh,” tegasnya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum di Aceh Timur untuk tidak menutup mata terhadap dugaan tersebut.
(Zainal)







