Johnny G. Plate Ditangkap, Kasus Dugaan Penyediaan Infrastruktur BTS 4G, Surya Paloh Keluarkan Pernyataan Lengkap

Jakarta, PersatuanBangsa.com
Kejagung menetapkan Menkominfo RI Johnny G Plate sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kemenkominfo Tahun 2020-2022.

Penetapan tersangka terkait peran Sekretaris Jenderal Partai NasDem tersebut sebagai menteri dan pengguna anggaran. Setelah dilakukan penyidikan dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti, Kejagung menyimpulkan Johnny Plate terlibat proyek pembangunan infrastruktur BTS.

Berita tentang kasus ini memang santer sejak Pebruari 2023 dengan 9 saksi yang disampaikan Kejaksaan Agung dan memang akhirnya kini terungkap Kemenkominfo RI terlibat di dalamnya.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Kuntadi menjelaskan, total kerugian negara hasil perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akibat dugaan korupsi dalam proyek tersebut mencapai Rp8,32 triliun.

Johnny G. Plate dijerat dengan Pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 KUHP sebagai pasal turut serta dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara dan minimum 1 tahun penjara.

Penahanan politisi Partai NasDem itu dilakukan 20 hari ke depan di Rutan Salemba cabang Kejagung.

“Tim penyidik hari ini telah meningkatkan status bersangkutan dari saksi menjadi tersangka dan ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Salemba,” kata Kuntadi, dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung, Rabu (17/5/2023).

Terkait penangkapan Sekjennya Surya Paloh menyampaikan,
“Sejujurnya kami dalam suasana keprihatinan, kesedihan yang sukar kami tutupi, tapi kami berusaha tetap tegar bisa tersenyum,” kata Paloh saat konferensi pers di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2023).

Surya Paloh mengaku akan mendukung penuh proses hukum yang berjalan. “Kami ingin terus menegakkan prinsip-prinsip hukum yang berkeadilan. Kita berikan kehormatan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

“Dari proses hukum harus kita hormati tapi sukar untuk mengusik apa yang terjadi di dalam perasaan emosi diri saya,” tutup Paloh.

Surya Paloh pun menyatakan pernyaan lengkap sebagai berikut:

Selamat sore.
Saudara-saudaraku, rekan-rekan pers yang saya hormati, suasana sore hari ini pasti satu suasana yang berbeda dari suasana pertemuan-pertemuan kita di tempat ini dari beberapa kali pertemuan dengan kawan-kawan semuanya.

Sejujurnya harus saya katakan dalam kapasitas saya, baik secara pribadi maupun selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem beserta dengan seluruh jajaran DPP yang ada pada sore hari ini, dan tentu juga tidak terlepaskan dari seluruh pihak baik Dewan Pimpinan Wilayah, Dewan Pimpinan Daerah sampai DPRD Partai NasDem seluruh Indonesia kami dalam suasana penuh keprihatinan.

Kesedihan yang sukar untuk kami tutupin. Kami berupaya untuk menutupi ini, kami berupaya untuk kami tetap tegar, bisa tersenyum dengan teman-teman semuanya kami upayakan itu.

Tapi kalau teman-teman bisa memahami sesungguhnya apa yang ada dalam nurani pribadi diri saya, ada kesedihan, keperihan hati, tidak seperti biasanya.

Ada kesedihan, keperihan hati, tidak seperti biasanya.
Saya memahami kasus seperti ini bukan yang pertama kali dihadapi oleh partai ini. Tapi untuk hal yang terjadi kali ini, kepada Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem, saudara kami Johnny Plate, saya harus katakan sekali lagi, kami berduka untuk ini.

Saudara-saudaraku semuanya, ditetapkannya saudara Johnny Plate sebagai tersangka, itulah merupakan bagian dari proses hukum yang harus dilaluinya.

Apa sikap Nasdem? Jelas tidak pernah berbeda dari komitmen awal partai ini didirikan, kami ingin tetap berada di garda terdepan, ingin menegakkan prinsip-prinsip hukum yang berkeadilan untuk terus dari waktu ke waktu.

Dengan hukum, kita berikan penghormatan sebagaimana mestinya sebagaimana warga negara yang baik. Apalagi peran daripada institusi partai politik yang berulang kali saya katakan, partai politik harus berada pada garda paling depan untuk memberikan kontribusinya dalam proses pendidikan politik yang berarti dan mengedepankan profesionalisme dan moralitas. Ini jelas. Jadi proses hukum ini harus kita hormati. Kami tetap menghormati, tetapi sukar untuk mengusik apa yang terjadi di dalam perasaan emosi diri saya.

Semoga saja godaan-godaan yang menyatakan kepada saya ini tidak terlepas dari intervensi politik, tidak benar. ini tidak terlepas dari intervensi kekuasaan, juga tidak benar.

Ini godaan pada diri saya dan sudah saya katakan tidak benar itu. Kalau benar, mungkin hukum alam nanti yang akan dihadapkan kepada ini.

Jadi sekali lagi saya tegaskan kita hargai proses hukum. Kedua, kepada Partai Nasdem saya sudah ingatkan seluruh kader untuk tetap bekerja seperti biasa. Tidak mudah terprovokasi, jangan kasih tempat siapapun yang mencoba untuk adu domba kita satu sama lain karena kita lebih kedepankan komitmen kita terhadap stabilitas nasional itu jelas komitmen kami.

Ketiga, mengingat tugas dan kesibukan peran posisi kesekjenan pada hari ini kami telah tetapkan memutuskan saudara Muhammad Taslim Hermawi Taslim sebagai pelaksana tugas kesekjenan sekjen.

Kita tunggu perkembangan selanjutnya terkait berita hukum yang menjerat Jhonny G. Plate.
(Johan Sopaheluwakan)

Pos terkait