Ikuti Turnamen Grassroots Regional Jatim, Ambassador Full Anak Didik Sendiri

Madiun, PersatuanBangsa.com
Stadioan Pangeran Timoer Caruban menggelar festival selakbola anak usia dini pada Minggu (31/8/2025). Kompetisi dengan nama Piala Grassroots ini diselenggarakan oleh SNA Bola Indonesia, salah satu operator sepakbola usia dini anggota APSUMSI Kemenpora. Piala Grassroots mempertandingkan dua kelompok usia, Kategori 10 Tahun dan Kategori 12 Tahun.

Piala Grassroots ini diselenggarakan di berbagai daerah, termasuk Zona Madiun, dimana juaranya nanti akan mewakili ke Babak Nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta Internasional Stadium (JIS) Jakarta Utara.

SSB Ambassador Madiun turun pada kedua kategori usia tersebut, baik kategori 10 tahun maupun kategori 12 tahun. Baik U-10 maupun U-12 Ambassador mengirimkan anak didik sendiri. Hal ini bertujuan untuk menambah pengalaman bertanding dan jam terbang bagi anak-anak binaan SSB Ambassador.

“Pemain binaan SSB Ambassador sendiri sangat melimpah, apapun kekurangan dan kelebihan mereka, harus kita percayakan kepada anak-anak. Melalui kompetisi, mental dan kepercayaan diri anak-anak akan meningkat” Ujar staff pelatih Ambassador, Khoiron atau yang biasa dipanggil Pak Choi.

SSB Ambassador sendiri memiliki visi untuk mencetak pemain dan menyalurkan pemain ke level yang lebih tinggi dengan bekerjasama dengan tim-tim yang besar ataupun dengan pelatih ternama.

“Kami usahakan setiap turnamen turun dengan pemain binaan sendiri, tidak ngebon, kalau pemain kita dibon oleh klub/SSB lain kita persilahkan, berarti perkembangan anak tersebut berhasil sehingga dilirik tim lain” jelas Duta Radia Republica, owner SSB Ambassador.

Duta Radia menjelaskan bahwa, visi Ambassador bukan untuk menjuarai turnamen tetapi lebih besar lagi ingin mencetak pemain yang akan bermain di tim-tim profesional. “Bagi kami itu lebih membanggakan.

“Mengutuip Coach Nova Arianto yang pernah menjadi mentor kami di Madiun Putra. SSB bukan membentuk tim juara, tetapi membentuk individu yang baik. Bukan hanya masalah fisik, teknik dan mental, tetapi membentuk pemain dengan attitude yang baik, itu akan lebih penting karena menjadi bekal untuk masa depan anak-anak baik yang berkarir di Profesional Footballer atau karir lainnya” Tutup Duta Radia.
(Ly)

Pos terkait