Trenggalek, PersatuanBangsa.com
Desa Widoro Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek tepatnya di Dam Widoro adakan gelaran Festival Likaliku Meruwat Alam, Merawat Kehidupan yang akan berlangsung. Sabtu (22/11/2025).
Berdasarkan rangkaian susunan acara ritual, diskusi budaya, kompetisi tradisional hingga pertunjukan seni, festival ini diproyeksikan menjadi magnet wisata baru di wilayah Dam Widoro.
Susunan acara pertama,dimulai pukul 08.00 WIB dengan Metri Kali, sebuah ritual membersihkan dan menyucikan sungai sebagai simbol penghormatan terhadap alam. Warga, tokoh adat, serta komunitas pecinta lingkungan akan terlibat langsung dalam kegiatan ini.
Susunan acara kedua Pukul 11.00 WIB, digelar Sarasehan yang membahas pentingnya menjaga kelestarian sungai dan ekosistem di sekitarnya. Diskusi ini menghadirkan narasumber dari kalangan budayawan, pemerhati lingkungan, serta masyarakat lokal.
Sususan acara ketiga pada pukul 12.00 WIB, perhatian beralih ke Balap Gethek, lomba rakit tradisional yang menjadi ikon festival. Dengan gethek berbahan bambu, peserta akan berlomba adu kecepatan melintasi arus sungai di kawasan Dam Widoro.
Dengan Dorprize hadiah utama satu ekor kambing untuk juara pertama. Sementara juara 2 dan 3 akan membawa pulang hadiah uang tunai masing-masing Rp400.000 dan Rp300.000.
Sedangkan Puncak acara digelar pukul 19.00 WIB melalui pertunjukan seni yang menghadirkan berbagai kelompok kreatif dari berbagai daerah. Di antaranya, Baya Runcing Surabaya, Bow Music, Malang Fire Dance, Sengkuni Management.
Pertunjukan ini menghadirkan kolaborasi musik, tari, dan seni pertunjukan kontemporer yang diprediksi menjadi daya tarik utama bagi wisata Sungai.
Dengan konsep yang unik dan hadiah lomba yang menarik, festival ini diperkirakan menjadi salah satu agenda wisata yang paling dinantikan pada akhir tahun 2025.
Dengan adanya Festival Likaliku Meruwat Alam bukan sekadar hiburan, tetapi juga gerakan kolektif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan.
(Ag)







