Aceh Tamiang – PersatuanBangsa.com
Desa Kampung Rimba sawang dusun tanjung periyuk diduga pembagunan pengerasan jalan tidak sesuwi dengan Rab /rancagan yang terletak di kecamatan Tenggulun kabupaten aceh Tamiang, yang di bagun jalan induk desa menuju jalan dusun tanjung periyuk kegiatan pengerasan jalan dengan Volume 970 Meter lokasi dusun tanjung periyuk biaya Rp. 139.642.000 termasuk pajak. sumber dana desa tahun 2023 mulai kerja kosong dan selesai kerja kosong tidak tertera di papan plang peroyeknya dengan pelaksana tim pelaksana kegiatan. Senin (30/10/23)
Menurut masyarakat desa kampung rimba sawang dusun tanjung periyuk kecamatan tenggulun kabupaten aceh tamiang yang tidak mau di sebutkan namanya di media menyampaikan,
bahwa pembagunan pekerjaan harus tertera di plang periyek mulai kerja dan selasai kerjaanya ini tidak kita menduga ini ada permainan di pembagunan pengerasan jalan tersebut sepanjan 970 m ini tidak di sekerap dulu badanya jalanya melainkan di siram batu terus di atas badan jalan tersebut ini kan sudah menyalahi aturan dalam pembagunan tersebut kita menduga ini menyalahi perencanaan atau Rabnya.
menurut sepengetahuan kami masyarakat ini yang awam, kalau ada pembagunan baik itu jalan, jembatan Rumah tentu ada Rabnya atau perencanaanya, gambarnya yang mau di bagun, kalau kita mau bagun jalan tentu kita ukur dulu beri patoknya, berapa panjangnya dan berapa lebarnya yang mau kita bagun, sehabis itu baru kita bersihan dulu badan jalanya memakai geleder alat berat kita bentuk dulu badan jalanya sudah bersih kita geleder baru di siram batu sesuwai dengan perencanaanya.
Tambahnya lagi setelah di bersihkan badan jalan di bentuk tadi dengan kemiringan badan jalan tersebut agar mengalir airnya keparit kanan kiri badan jalan tersebut, baru kita siram batu kecil kira-kira susuwai Rabnya/ rancaganya lalu kita geleder kembambali setelah di siram batu tadi sehingga masyarakat bisa lewat untuk pergi beraktipitas sesuwai dengan kegiatanya masing-masing seperti anak sekolah lewat jalan itu, guru pergi gajar dan masyarakat pergi ke kebun tidak terkendala dan kalau ada masyarakat sakit bisa lewat pakai mobil serta kalau ada kebakaran bisa lewat mobil kebakaran.
Sambunyanya lagi, ini kan tidak, badan jalan gak di bersikan, lalu di siram batu terus diatas badan jalan tersebut, diatas rumput itu di siram batu diatas jalan becek tergenang air disiram batu tersebut serta batu yang disiramya itu pun batu yang diambil dari sungai tenggulun dan sungai pulo tiga lalu ada yang batu besar ada yang kecil jadi jangankan mau lewat mobil roda empat roda dua pun susah bahkan ada yang jatuh lewat jalan tersebut katanya kita menduga ini, mau mencari keuntungan yang lebih besar.
Sedangkan ini jalan sudah seminggu lebih sudah lamanya di siram batu di atas badan jalan tersebut, tidak disekerap terus sehinga masyarakat merasa terganggu dengan tumpukan batu diatas badan jalan tersebut jadi masyarakat lewat harus berhati -hati lewat jalan pinggir untuk mengelakan tumpukan batu tersebut, kalau hujan licin dan susah lewat karna pembagunanya jalan tersebut dikerjakan tidak sesuwai dengan perencanaanya, lambat, seharusnya begitu di siram batu langsung di geleder diratakan sehingga tidak mengganggu masyarakat lewat jalan tersebut.
“Kita berharap kepada dinas terkait seperti dinas Pekerjaan Umum dan Tim dari muspika agar meninjau langsung pembagunan jalan induk desa serta menuju jalan lorong tersebut, sehingga pembagunan jalan ini sesuwai dengan Rab dan Rancangan yang telah dibuat sehingan pembagunan jalan ini bisa kuat tidak cepat rusak karna kalau tidak ada pengawasan dari PU dan Muspika setempat, kita kewatir tidak tahan lama serta mudah rusak sehingga mubajir dana yang dikucurkan ke pembagunan pengerasan jalan tersebut alias sia-sia tahun ini di bagun tahun depan atau tigabulan yang akan datang rusak lagi, jadi uang rakyat ini tiap tahun asik bagun jalan itu aja,”terangnya
Saat di kompirmasi is kepala lorong tanjung periyuk melalui hpnya menyampaikan saya mengenai teknis di lapagan saya tidak tau, karna semenjak saya jadi lorong baru kali ini ada pembagunan jalan ini, memang saya lihat sebelum di siram batu memang tidak ada di sekerap terlebih dahulu langsung disiram batu terus karna masyarakat lihat batu yang di siram banyak yang batu besar, jadi saya bilang ke pak datuk/geuchik lalu baru di siram batu yang agak kecil, ini di ambil dari pulo tiga tidak lagi dari tenggulun.
Tambah is lagi, mengenai sehabis disiram batu tersebut di atas badan jalan ini memang tidak di ratakan terus, saya pikir minggu kemaren di ratakan sampai saat ini belum di ratakan, kemaren ada juga masyarakat ratakan dengan alat cangkol sealakadarnya tidak mengunakan alat berat geleder, ini sudah ada seminggu lebih bertumpuk batu tersebut di atas badan jalan ini, menyinggu kalau ada yang sakit dan kebakaran di desa ini mobil tidak bisa lewat bagaimana, ya itu saya tidak tau katanya. Langsung aja hubungi datuk.
Saat di komfirmasi datuk Kampung Rimba sawang Said Rajali menyampaikan melalui hpnya selasa 31/10/2023 nanti hari jumat kita ratakan pakai alat berat geleder dan kita kompek.
Saat ditanya tentang pembagunan jalan sebelum di siram batu di atas badan jalan tersebut, kok tidak di geleder terlebih dahulu bentuk badan jalan terlebih dahu, baru di siram batu, datuk sampaikan, OO gak katanya, lalu di blokir nomor.
(Zal).







