Demo Puluhan Warga Tolak Pembagunan Musala di Kelurahan Kelutan

Trenggalek, PersatuanBangsa.com
Puluhan warga Trenggalek demo tolak pembangunan musala di Kelurahan Kelutan. Tepatnya, lokasi musala berada di RT 07, RW 03, Kelurahan Kelutan, Kabupaten Trenggalek, Selasa (14/05/2024).

Hariyadi, salah satu warga Kelutan yang turut menolak pembangunan musala, mengatakan alasan demo karena ada keresahan masyarakat. Ia mengklaim pembangunan musala itu memicu konflik antar warga.

“Masyarakat Kelutan terutama dan khususnya warga RT 07, menolak adanya pembangunan masjid atau musala atau sarana ibadah apapun yang tidak sepaham, se-akidah ajaran yang mayoritas ada di Kelutan,”ungkapnya

Sedangkan penolakan pembangunan musala ini kepada Pemerintah Kelurahan Kelutan, Kesbangpol Trenggalek, pada 3 April 2024. Karena tidak ada respons dari pemerintah, puluhan massa demo di Kantor Kelurahan Kelutan.

“Karena belum ada realisasi untuk mengonfirmasi tuntutan atas nama warga untuk menolak [musala], serta merekomendasi untuk menghentikan proses pembangunan yang ada di sini,”ucapnya

Alasan utama penolakan pembangunan musala karena adanya ajaran yang tidak sepaham dengan akidah mayoritas warga Kelutan. Ia menyebut, pembangunan musala akan menimbulkan konflik di lingkungan masyarakat.

Adapun tuntutan atas warga Kelutan yaitu memberhentikan untuk selamanya. Ia tidak ingin ada pembangunan musala yang tidak sepaham dengan akidah mayoritas warga Kelutan.

“Tuntutan kami pembangunan musala diberhentikan selama-lamanya. Tidak akan ada pembangunan masjid, musala yang di luar akidah yang sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun di Kelutan,” terangnya

Anwar Zaini, salah satu keluarga pemilik musala, menjelaskan awalnya Muhammadiyah Trenggalek yang membangun musala. Kemudian, bangunan itu ditarik oleh pihak keluarga menjadi musala pribadi.

Adapun Yang pertama memang itu dari Muhammadiyah untuk mendirikan musala di tempat saya. Setelah tarik ulur, kemudian oleh pemilik tanah tersebut diambil alih untuk musala pribadi.

“Kalau soal anggapan akidah yang tidak sepaham itu mestinya bukan saya yang menanggapi, tapi dari aparat. Karena kerukunan agama letaknya gimana? Wong saya ini juga Islam, yang demo ya Islam,”tutupnya
(Ag)

Pos terkait