Bupati Trenggalek Mengisi Kegiatan Malam Tahun Baru Dengan Menonton Film Tambang Emas Ra Ritek

Trenggalek, PersatuanBangsa.com
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengisi kegiatan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 dengan menonton Film Tambang Emas Ra Ritek. Film ini sendiri merupakan karya anak muda Trenggalek yang mendapatkan penghargaaan bergengsi Piala Citra FFI 2025 untuk kategori film dokumenter panjang terbaik. Kamis (1/1/26)

Getol menayangkan film ini karena isi film itu selaras dengan komitmen Bupati Trenggalek yang ingin menjaga kelestarian alam Trenggalek untuk anak cucu mendatang. Sineas ini sendiri mengangkat isu perjuangan warga Trenggalek dalam penolakan ekploitasi Tambang Emas di daerahnya.

Tujuannya tentu menyuarakan isu lingkungan dan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya perlindungan lingkungan hidup seperti yang tersirat dalam film yang berdurasi lebih dari 1 jam itu. Diceritakan dalam film tersebut bawasannya aktivitas tambang emas lebih banyak kepada merusak alam. Salah satunya adalah rusaknya sumber mata air. Padahal mulai dari bangun tidur hingga kita tidur lagi aktivitas manusia tidak lepas dari air.

Ditanya mengenai komitmennya menolak tambang dalam sesi diskusi, Bupati Trenggalek menerangkan, “semoga saya panjang umur, bisa sampai dengan 2029, karena ijin tambang ini sampai dengan 2029,” katanya saat malam pergantian tahun itu.

“Selain doakan saya panjang umur sehingga bisa mengakhiri masa jabatan hingga 2029, saya juga telah mengunci tolak tambang ini dengan menyusun Perda RJPD dengan visi misi mewujudkan Net Zero Karbon 2045,” imbuhnya.

Artinya rencana pembangunan jangka panjang Kabupaten Trenggalek berkomitmen untuk tetap menjaga kelestarian dan keseimbangan ekologi. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kekhawatiran bila nanti Bupati Trenggalek itu sudah tidak menjabat lagi sebagai bupati.

Selain itu Bupati juga mengajak dan mengingatkan kepada masyarakat Trenggalek, bawasannya kekuatan yang mutlak ada di tangan masyarakat karena kedaulatan negara kembali kepada masyarakatnya. Artinya benteng terkuat untuk menjaga lingkungan di Kabupaten Trenggalek kembali kepada komitmen masyarakatnya.

Getol menjaga ekologi, Bupati Trenggalek sempat mendapat wasiat dari kakeknya, yang menyampaikan pesan Bung Karno ketika berkunjung ke Trenggalek pada tahun 1950. “Kalau mau tetel alase kudu ketel” yang artinya kalau mau makannya cukup hutannya harus rindang atau terjaga. Pesan ini yang selalu diingat kepala daerah muda itu, kalau masyarakat Trenggalek mau sejah tera maka perlu menjaga alam.

Alvina N., A., sutradara dari film ini berharap dari halaman Pendopo Trenggalek, Tambang Emas Ra Ritek bisa diputar di desa-desa. Sehingga harapannya bisa mengedukasi masyakat semakin luas lagi mengenai dampak dari aktivitas tambang yang lebih banyak merugikan masyarakat.

Pemutaran film ini mendapatkan banyak tanggapan positif dari masyarakat Trenggalek, salah satunya Amin Tohari, warga Desa Ngadirenggo yang setelah menyaksikan Film Tambang Ra Ritek setuju menolak tambang di Trenggalek.

Tidak ada tambang emas saja daerahnya terdampak bencana banjir setiap tahun apalagi bila tambang emas nantinya dieksploitasi, pastinya akan semakin mendampak bencana bagi mereka.

Di sisi lain menolak tambang, pria ini berharap jangan sampai tolak tambang tapi masyarakat dieksploitasi dari sisi pajak untuk pendapatan negara atau pendapatan daerah. Pria ini berharap Pemerintah Kabupaten Trenggalek bisa mempunyai solusi meningkatkan pendapatan daerahnya dengan tidak meningkatkan pajak kepada masyarakat.

Pertanyaan ini langsung ditanggapi Bupati Trenggalek dimana pihaknya berkomitmen untuk mengoptimalkan aset aset yang dimiliki untuk menjadi motor ekonomi daerah. Seperti saat ini kepala daerah muda itu yang berupaya keras sektor pariwisatanya bisa dikelola lebih baik lagi.

Bupati Trenggalek sepakat sektor pajak manufaktur yang dikelola pusat kembalinya ke daerah terserah pusat, artinya pemerintah daerah tidak bisa bergantung pada sektor pajak ini.

Gagasan terbaru di sektor ekonomi, bupati muda ini menggagas program sangu sampah. Dimana dari kegiatan sangu sampah ini selain bermanfaat menyelesaiakan permasalahan sampah karena dipilah, siswa bisa mengkonversi sampahnya menjadi uang saku. Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban keluarga.
(Ag)

Pos terkait