Novita Hardini, SE., Berharap Tim Pendamping Keluarga Mampu Menjadi Pioner Pencegahan Stunting

Trenggalek,PersatuanBangsa.com
Memberikan pelatihan kepada Tim Pendamping Keluarga di Kecamatan Munjungan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, SE., berharap tim pendamping keluarga mampu menjadi pioner pencegahan stunting di Bumi Menaksopal.

Kehadiran Tim Pendamping Keluarga diharapkan dapat mengawal dan memberikan edukasi kepada remaja, ibu hamil maupun keluarga muda membina keluarga yang sehat dan sejahtera.

Tahun ini, Pemkab Trenggalek berikhtiar bisa menekan prevalensi stunting hingga 14%. Stunting sendiri memang patut dicegah, pasalnya menurut Penggiat Perempuan itu gagal tumbuh kembang anak berpengaruh pada kesehatan dan kecerdasan anak.

Selain itu bayi stunting cenderung terjangkit penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi maupun diabetes pada batas usia tertentu. Tentunya bila tidak dicegah maka akan menyumbangkan angka kemiskinan baru.

Kehadiran Tim Pendamping Keluarga, diharapkan dapat melakukan deteksi dini potensi stunting dilingkungan sekitarnya. Dalam sambutannya inisiator Sepeda Keren ini menuturkan “Pokja IV PKK tengah menggalakkan pendampingan bagi bayi stunting, salah satunya di Kecamatan Munjungan,” tutur istri Bupati Trenggalek itu saat memberikan pelatihan tim pendamping keluarga di Balai Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Senin (04/07/2022)

Pendamping keluarga bertugas, sambung Founder UPRINTIS Indonesia itu.

“mengkomunikasikan upaya pencegahan bayi stunting. Dengan pelatihan ini, pendamping diharapkan bisa mengenali sejak dini potensi-potensi stunting,”ucapnya

Kehamilan dibawah 21 tahun, cenderung beresiko stunting maka dari itu perkawinan anak perlu dicegah. Disarankan olehnya menikah di usia matang, guna menghindari resiko resiko negatif. Dan ini menurut Novita Hardini dobutuhkan, peran serta pendamping dalam melakukan edukasi pada para remaja.

Kemudian juga kehamilan diusia 40 tahun perlu juga ada perhatian khusus karena rentan beresiko. Remaja perempuan yang cenderung anemia saat remaja, perlu juga ada edukasi yang tepat, sehingga pendampingan keluarga perlu dilakukan untuk kalangan remaja.

Selain pentingnya menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat, edukasi sex diluar, pernikah juga perlu diperhatikan. Karena rasa penasaran ingin coba-coba akhirnya menyesal kedepannya.

“Harapan saya ini bisa menguatkan masing-masing tim pendamping keluarga. Mendapatkan tugas, sebagai pendamping keluarga itu pastinya tidaklah mudah. Pengutan ini harapannya, bisa menjadi pondasi yang kuat, bagi mereka ketika bertugas dalam pendampingan,”ungkapnya

Tentunya saya berharap, ini menjadi satu gerakan masif dalam rangka menekan angka stunting lebih rendah lagi. Selain itu saya, juga ingin benar-benar dari tugas pendamping ini bisa mencapai indikator kebahagiaan ibu hamil.

“Seperti yang saya sampaikan, salah satu faktor penyebab bayi stunting adalah ,kesetabilan emosional yang terjadi pada ibu hamil. Penting bagi para pendamping keluarga, untuk memberikan edukasi bagi ibu hamil, maupun keluarga ibu hamil. untuk menjaga stabilitas emosional ibu hamil itu, agar selalu bahagia dan melahirkan bayi bahagia dan juga sehat,”tandasnya

Plt. Camat Munjungan, Yusuf Widarso selaku tuan rumah dalam pelatihah ini juga berharap peran Tim Pendamping Keluarga dalam upaya pencegahan stunting di daerahnya. Apalagi tekad Kabupaten Trenggalek bisa menekan angka stunting 14 %.

“Tugas pensampingan ino sangatlah berat, namun dirinya yakin para pensamping mampu menjalankan yugas nya dengan baik. Saya yakin anda mampu. Semoga ini menjadi amal kebaikan bagi para pendamping,”tutupnya (Ag/Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *