Keterlibatan 2 Oknum Mantan Jenderal Polisi dalam Jaringan Mafia Tambang di Kalteng

Jakarta – PersatuanBangsa.com Perseteruan Wang Xiu Juan Alias Susi dan Ir. H. Muhammad Mahyudin dengan PT.
Tuah Globe Mining (TGM) terus berlanjut. Rabu (07/12/2022)

Bahkan perkara yang menimpa Wang Xiu
Juan dan Haji Muhammad Mahyudin diduga adanya skandal kriminalisasi hukum oleh
para oknum Pejabat Polri dengan PT. TGM.

Berdasarkan bukti yang dikantongi GAPTA (Gerakan Advokasi Pengacara Publik Tanah Air) Law Firm, ini ada dugaan kuat keterlibatan 2 (dua) oknum Mantan (Ex) Jenderal
Polisi bintang 2 di dalam jaringan mafia tambang dan pencucian uang di Kalimantan
Tengah (Kalteng).

Dua orang mantan Jenderal Polisi berpangkat Irjen ini disampaikan Richard William dalam
konferensi pers.

Richard William Pendiri GAPTA Law Firm yang juga pengacara Wang Xiu Juan dan Haji
Muhammad Mahyudin juga telah membuat 2 (2) laporan polisi baik di Polda Metro Jaya
maupun di Mabes Polri berdasarkan Laporan Polisi di Polda Metro Jaya dan Mabes Polri dengan
Laporan Polisi Nomor: LP/B/5676/XI/2022/SPKT/POLDA METRO
JAYA, dan Tanggal 07 November 2022, dan Laporan Polisi Nomor :
LP/B/0672/XI/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI, Tanggal 23 November 2022.
Fakta adanya dugaan Ex dua Jenderal yakni Irjen Pol Ferdy Sambo dan Irjen Pol Indrasi
Thanos terlibat dalam Jaringan Mafia Tambang dan Pencucian Uang di Kalimantan Tengah
yang dilakukan oleh PT. Tuah Globe Mining (TGM).

Mengingat Ex dua Jenderal polisi bintang dua tersebut patut diduga sudah mengetahui bahwa
Akta yang dijadikan dasar laporan tersebut adalah palsu.
Dikarenakan Akta dasar laporan polisi tersebut masih dalam proses hukum di Bareskrim Mabes
Polri sejak tanggal 26 Juni 2018, hingga kini belum ada penetapan tersangkanya, sehingga belum
bisa dilimpahkan ke Kejaksaan maupun ke Pengadilan.

Ferdy Sambo ikut terlibat dan patut dijadikan terlapor, mengingat saat itu yang menjabat
sebagai Penyidik/Dirtipidum Bareskrim Mabes Polri yang memproses dua laporan tersebut, yakni
Laporan Polisi Nomor: LP/B/779/VI/2018/BARESKRIM, Tanggal 26 Juni 2018, a.n Pelapor Hery
Susianto, dan Laporan Polisi Nomor: LP/B/0618/VII/2019/BARESKRIM, Tanggal 05 Juli 2019.

Selain itu, Pelapor atas nama Sabungan Pandiangan, SH., selaku Kuasa Hukum dari Irjen Pol
( P ) Indradi Thanos), yang sudah mengetahui bahwa Akta dasar laporan polisi yang kedua
juga Palsu dan diduga kuat keterlibatan Indradi Thanos dalam merekayasa proses hukum
sehingga Wang Xiu Juan dan Haji Muhammad Mahyudin harus berada di hotel Prodeo atas
tuduhan Palsu.

Richard menyatakan, kliennya Wang Xiu Juan alias Susi dan Ir. Haji Muhammad Mahyudin,
murni telah menjadi korban kriminalisasi oleh Jaringan Mafia Tambang dan Pencucian Uang PT.
Tuah Globe Mining (TGM) di Kalteng.

Dengan adanya kejadian Kasus Iismail Bolong, kata Richard telah membuka kedok di institusi
Polri atas keterlibatan para oknum perwira tingginya, untuk itu Richrad mendorong Kepala
Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menuntaskan
dan membuka kembali perkara tersebut sehingga citra Kepolisian kembali terangkat dan tidak
ada preseden buruk di institusinya.

Selain itu, Richard juga meminta atas nama kliennya Wang Xiu Juan dan Haji Muhammad
Mahyudin untuk dibebaskan dari jeratan hukum dan segera mendesak pihak-pihak terkait
kembali memulihkan nama baik kliennya.

(Johan Sopaheluwakan)

Pos terkait