DPRD Trenggalek Melakukan Sidak Kunjungan Di Pasar Pon Trenggalek Dan Di Dampingi Oleh Koperindag

Trenggalek,PersatuanBangsa.com
DPRD Trenggalek Beserta Dinas koprasi mikro dan perdagangan(Koperindag) mengadakan sidak kunjungan di pasar pon Trenggalek. Rabu(16/03/2022)

Ketua Koperindag Drs.Agoes Setiyono mengatakan,melakukan kunjungan silaturohmi dengan para pedangan, dan melihat perkembangan di pasar pon trenggalek.

“Adapun informasinya, yang di dapat masih ada kios yang belum di buka atau di tempati, dan masih akan kami undang yang punya kios itu .sedangkan awal di buka pasar pon di awal pandemi,”ungkapnya

Harapannya, pandemi ini segera berakhir dan menyambut bulan suci ramadhan dalam kesempatan ini, untuk menghaktifkan kembali para pedagang yang sudah memiliki hak penempatan kios.

“Sedangkan masih ada sekitar 130 kios yang masih belum di tempati,dengan memperingatkan mereka. dan jika tidak segera di tempati akan di ambil kembali oleh pihak pemerintah daerah,”imbuhnya

Dengan awal pembangunan pasar ini, dulunya gedung hijau dan ramah lingkungan dan pemanfaatan lampu tidak begitu banyak, cukup dengan sinar matahari yang transparan dari atas .dengan awal kontruksi bangunan ini untuk pasar kering.

“Sedangkan rencananya pasar basah sendiri, akan di bangunkan di lokasi yang lama, dengan adanya kendala keuangan, sehingga belum bisa membangun pasar basah. dan sudah mengajukan ke pihak pusat,masih belum ada persetujuan untuk pembangunan di pasar basah,” tuturnya

Mugianto,S.pd.MH. selaku Ketua Komisi II DPRD Trenggalek menambahkan,bahwa mengklarifikasi tentang beberapa potensi pendapatan, dan di pasar pon sendiri sudah berjalan tinggal menata kios-kios yang masih belum buka.

Akan segera di undang, dan di sarankan untuk segera di buka. dan masih harus menertipkan para pedagang yang mungkin menyalahi estetika perlu di ingatkan dan di beri penjelasan

“Sedangkan ada beberapa pasar yang mengalami kendala ,dan tidak mau menempati yaitu, pasar Panggul. dibandingkan dengan pasar-pasar lainya, sudah bisa berjalan dengan maksimal yaitu,pasar Bendo,Pasar Gandusari,pasar Karangan dan pasar lainya,”tandasnya

Adapun pasar yang ada di panggul, perlu pemecahan, dikarenakan para pedagang tidak mau menempati. dengan rencana kedepan mau merenovasi pasar yang di dalam ,dan akan di anggarkan dengan pengajuan renovasi.

“Dengan alasan, para pedagang tidak sesuai dengan keperuntukan yang di kehendaki oleh para pedagang. dan di sisi lain, ada kenaikan sekitar 200 persen dari target. dengan harapan di awal target 2.400 miliyar, menjadi target 6.500 miliyar, bisa tercapai,”pungkasnya (Ag)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *